Minggu, 10 Mei 2015

Apakah Di Daerah Kutub Tidak Ada Shalat Isya Witir dan Puasa?


Apakah Di Daerah Kutub Tidak Ada Shalat Isya Witir dan Puasa?

Daerah kutub adalah daerah keadaan siang harinya panjang dan malam harinya juga panjang. Berpuasa bagi orang yang berada di daerah kutub, hendaklah berbuka puasa menurut (mengikuti) jam-jam daerah sederhana keadaannya, yaitu mengikuti jam-jam di daerah yang terdekat padanya.
Sedangkan cara mengetahui awal bulan Ramadhan di daerah kutub dilakukan dengan hisab. Mengenai hukum bagi keadan yang tidak wajar di daerah kutub ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Yunus Ibnu Syam’an, ia berkata: “Maka ketikahari itu sama dengan setahun. Apakah cukup bagi kami shalat sehari?”. Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Tidak, jangkakanlah waktu-waktu itu”.
Hadits di atas adalah suatu hadits yang berkenaan dengan dajjal. Dan ada pula beberapa hadits yang semakna dengan ini. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim walaupun berkenaan dengan shalat, namun dapat ditanggapi daripadanya bahwa ada ibadah-ibadah yang didasarkan kepada pereradan bulan.
Menurut syara’ kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat tergelincirnya matahari, dan berpuasa setelah melihat bulan, dan berhaji dibulan haji, adalah berdasarkan keadaan biasa dan supaya ini menjadi tanda-tanda yang menunjukkan kepada waktu yang nyata.
Menurut sebagian ulama, bahwa di daerah kutub tidak ada shalat isya, dan witir, dan tidak ada puasa bagi penduduknya yang malam harinya panjang karena matahari tidak tampak, yaitu yang fajarnya terbit sebelum syafaq (sebelum matahari terbenam).
Menanggapi pendapat ini, para ahli tahqiq menjelaskan, bahwa hal itu adalah suatu kekeliruan dan tidak boleh diikuti.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...