Orang orang Yang Boleh Tidak Puasa

  1. Orang-orang Yang Boleh Tidak Puasa
Orang Islam yang tidak diperbolehkan berpuasa pada bulan Ramadhan dan kewajibannya adalah sebagai berikut:
a.       Orang yang dalam keadaan sakit
Sakit menyebabkan seseorang tidak mampu berpuasa, atau dengan penyakitnya itu aia masih mampu berpuasa tetapi akan bertambah sakitnya atau melambatkan sembuhnya berdasarkan keterangan orang yang ahli dalam bidang ini (mantri atau dokter misalnya).
Bagi orang yang tidak mampu berpuasa pada bulan Ramadhan karena sakit ia wajib mengqadha setelah sembuh dan waktunya sesudah bulan Ramadhan.
b.      Orang yang sedang dalam perjalanan jauh (80,64 km)
Bagi orang yang tidak puasa Ramadhan karena sedang dalam perjalanan yang jauh wajib mengqadha puasa setelah bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.
c.       Orang yang sudah tua
Orang yang usianya tua sudah lemah sehingga tidak mampu lagi untuk berpuasa, atau lemah bukan disebabkan usia tua tetapi karena pembawaannya. Orang semacam ini boleh tidak berpuasa baginya wajib membayar fidyah. Pembayaran fidyah ini dengan cara memberikan sedekah kepada fakir miskin berupa makanan yang mengenyangkan yaitu untuk ukuran di Indonesia diperkirakan ¾ liter beras setiap hari atau sama dengan apa yang kita makan sehari-hari.
Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt.dalam surah Al-Baqarah ayat 184 yang artinya “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Keterangan: [114] Maksudnya memberi Makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.
d.      Orang perempuan yang hamil dan menyusui anak
Kedua orang ini jika tidak berpuasa karena khawatir berbahaya terhadap dirinya dan anaknya, maka keduanya wajib mengqada’ seperti halnya orang yang sakit. Tetapi jika keduanya tidak berpuasa karena mengkhawatirkan terhadap anaknya (misalnya bagi yang hamil takut akan keguguran atau bagi yang menyusui anak takut anaknya akan kurus), maka keduanya wajib membayar fidyah.

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours