Makalah: PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN ISLAM BANI UMAYYAH DI SPANYOL
Sugianto, S.Pd.I

TUGAS TERSTRUKTUR SEJARAH PERADABAN ISLAM STIT SINGKAWANG

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
            Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah s.w.t, Tuhan Semesta Alam. Penyusun bersyukur kepada Illahi Rabbi, yang telah memberikan taufik serta hidayah-Nya kepada penyusun. Shalawat serta salam disampaikan kepada Nabi Besar Muhammad s.a.w, karena jasa beliaulah sehingga sampai saat ini kita masih meyakini kebenaran agama Islam. Atas pertolongan Allah s.w.t dan kerja keras yang penyusun lakukan, sehingga dapat menyusun serta menulis sebuah makalah yang membahas tentang “Pertumbuhan Dan Perkembangan Kebudayaan Islam Bani Umayyah Di Spanyol”.
            Dalam penyusunan makalah ini penyusun berusaha menulis yang terbaik, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sebagai manusia masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
            Terimakasih atas perhatiannya, kurang lebihnya penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyusunan makalah ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Singkawang,     Mei 2014

                                                                                                Penyusun
                                   
            Di Spanyol banyak kota-kota Islam yang masyhur dan menjadi pusat peradaban Islam, seperti Sevilla, Kordova, Granada, Murcia, dan Toledo. Yang terpenting diantaranya adalah Kordova dan Granada.
1.      Kordova
Kota ini terletak disebelah selatan lerenggunung Sierra de Cordova dan di tepi sungai Guadalquivir. Sebelum Spanyol ditaklukkan oleh tentara Islam tahum 711 M, Kordova adalah ibu kota kerajaan Kristen Visigoth, sebelum dipindahkan ke Toledo. Penakluk Spanyol oleh pasukan Islam terjadi pada masa Khalifah Al-Walid ibn Abd Al-Malik, di bawah pimpinan Tarik ibn Ziyadddd dan Musa ibn Nushair. Di bawah pemerintahan kerajaan Visigoth, Kordova yang sebelumnya makmur menjadi mundur. Kemakmurannya bangkit kembali dimasa kekuasaan Islam. Pada tahun 756 M, kota ini menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol, setelah  Bani Umayyah di Damaskus jatuh ke tangan Bani Abbaas tahun 750 M. Penguasa Bani Umayyah di Soanyol adalah Abd Al-Rahman Al-Dakhil. Kekuasaan Bani Umayyah di Ansalus ini berlangsung dari tahun 756 M sampai 1031 M.
Sebagai ibu kota pemerintahan, Kordova di masa Bani Umayyah mengalami perkembangan yang pesat. Banyak bangunan baru yang didirikan, seperti istana dan masjid-masjid. Kota ini diperluas dengan memperbesar tembok yang mengelilinginya. Sebuah jambatan dengan gaya arsitektur Islam yang mempunyai 16  lengkungan dengan gaya Romawi, menghubungkan Kordova dengan daerahpinggiran di seberang sungai. Di sebelah barat jambatan itu berdiri iatana Al-Caza. Perkembangan kota ini memncapai puncaknya pada masa pemerintahan Abd Al-Nashir dipertengahan abad ke-10 M.18 Pada masa pemerintahan Islam, Kordova terkenal juga sebagai pusat kerajinan barang-barang dari perak, sulaman-sulaman dari sutran dan kulit yang mempunyai bentik khusus. Pada tahun 1236 M, Kordova direbut oleh tentara Kristan dibawah pimpinan Ferdinand III dari Castilla. Setelah itu supremasi Islam di Spanyol mulai mengalami zaman kemunduran.
Pada masa pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol, Kordova menjadi pusat ilmu pengetahuan. Di kota ini berdiri Universitas Cordova. Banyak ilmuwan dari Dunia Islam bagian Timur yang tertarik untuk mengajar di Universitas ini. Di samping itu, di kota ini juga terdapat sebuah perpustakaan besar yang mempunyai koleksi buku kira-kira 400.000 judul. Daftar sebagian dari buku itu terkkumpul dalam 44 jilid besar buku. Kemajuan ilmu pengetahuan di sana tidak terlepas dari jasa dua orang khalifah pencinta ilmu, Abd Al-Rahman Al-Nushair dan anaknya Al-Hakam. Yang disebut terakhir ini memerintahkan pegawainya untuk mencari dan membeli buku-buku ilmu penetahuan, baik klasik maupun kontemporer. Bahkan, ia ikut langsung dalam pengumpulan buku itu. Ia menulis surat kepada penulis-penulis terkenal untuk mendapatkan karyanya dengan imbalan yang tinggi. Pada masanyalah tercapai apa yang dinamakan masa keemasam ilmu pengetahuan dan sastra di Spanyol Islam.
Mengutip penyair Inggris, Syed Amir Ali melukiskan Kordova sebagai berikut: “Istana-istana dan taman-taman Kordova adalah indah, tetapi tidak kurang kekaguman orang terhadapnya mengenai soal-soal yang lebih tinggi. Mahaguru dan guru-gurunya menjadikannyapusat kebudayaan Eropa, siswa-siswa biasanya berdatangan dari seluruh pelosok Eropa untuk belajar pada dokter-dokternya yang masyhur”.19 Astronomi,, geografi, ilmu kimia, sejarah alam, semua dipelajari dengan  bersemangat di Kordova. Di bidang kesusastraan, tidak ada zaman di Eropa yang menempatkan puisi Arab demikian, menjadi buah bibir selain pada zaman ini. Masjid-masjid kordofa yang dikunjungi beribu-ribu siswa menjadi pusat aktif studi filsafat dan ilmu. Mengutip pendapat Renan, Amir Ali menyebutkan, zaman emasnya kesusastraan dan ilmu di Spanyol terjadi ketika daerah ini di bawah pemerintahan Hakam Al-Mustansir Billah yang meninggal tahun 976 M.
Pada masa jayanya, di Kordova terdapat 491 masjid dan 900 pemandian umum. Karena air di kota ini tak dapat diminum, penguasa Muslim mendirikan saluran air dari pegunungan yang panjangnya 80 km.

2.      Granada
Kota Granada terletak di tepi sungai Genil di kaki gunung Sierra Nevada, berdekatan dengan pantai laut Mediterania (Laut Tengah). Granada semula adalah tempat tinggal orang Iberia, kemudian menjadi kota orang Romawi dan baru terkenal setelah berada di tangan orang-orang Islam.20 Kota ini berada di bawah kekuasaan Islam hampir bersamaan dengan kota-kota lain di Spanyol yang ditaklukkan oleh tentara Bani Umayyah di bawah pimpinan Tarik Ibn Ziyad dan Musa Ibn Nushair tahun 711 M. Pada masa pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol, kota ini disebut Andalusia Atas.
Pada masa pemerintahan Bani Umayyah di Andalusia, Granada mengalami perkemmbangan pesat. Setelah Bani Umayyah mengalami kemuduran, tahun 1031 M, dalam jangka waktu 60 tahun, Granada diperintah oleh dinasti setempat, yaitu dinasti Zirids. Setelah itu, Granada jatuh ke bawah pemerintahan Al-Murabithun, sebuah dinasti Barbar dari Afrika Utara pada tahun 1090 M, Al-Murrabithun berkuasa di sana sampai tahun 1149 M. Pada masa pemerintahannya, banyak istana dibangun di sana.
Pada abad ke-12, Granada menjadi kota terbesar kelima di Spanyol. Kopa ini dikelilingi oleh tembok. Struktur penduduknya terdiri dari campuran berbagai bangsa, terutama Arab, Barbar, dan Spanyol yang menganut tiga agama besar Islam, Kristen, dan Yahudi. Penganut agama tinggal di dalam sektornya masing-masing di kota itu. Sejak abad ke-13, Granada diperintah oleh dinasti Nasrid selama lebih kurang 250 tahun. Pada masa itulah dibangun sebuah istana indah dan megah yang terkenal dengan nama istana Al-Hambra, berarti merah. Batu-batu dan ornamen yang tedapat di dalamnya memang hampir seluruhnya berwarna merah. Istana ini dibangun oleh arsitek-arsitek Muslim pada tahun 1238 M dan terus dikembangkan sampai tahun 1358 M. Istana ini terletak di sebelah timur Al-Kazaba, sebuah benteng tentara Islam. Granada terkenal dengan tembok dan 20 menara yang mengitarinya. Pada masa pemerintahan Muhammad V (1354-1391 M), Granada mencapai puncak kejayaannya, baik dalam arsitektur maupun dalam bidang politik. Akan tetapi, menjelang akhir abad ke-15 pemerintahan menjadi lemah terutama karena perpecahan keluarga. Pada tahun 1492, kota ini jatuh ketangan penguasa Kristen, raja Ferdinand dan Isabella.  Selanjutnya, tahun 1610 M orang-orang Islam diusir dari kota ini oleh penguasa Kristen.

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours