Makalah Mata Kuliah Kewiraan Jurusan Bahasa Indonesia
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Ketahanan Nasional
Ketahanan adalah berasal dari kata “tahan” yang mempunyai arti tahan penderitaan, tabah, kuat, dapat menguasai dirinya, dan tidak kenal menyerah. Sedangkan Nasional berarti penduduk dari suatu wilayah tertentu yang telah mempunyai pemerintahan nasional. Pemerintahan nasional menunjukkan makna sebagai kesatuan dan persatuan kepentingan bangsa yang telah menegara.
Menurut Pusat Study Kewiraan (1980;77), Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan, ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala macam bentuk tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan yang datangnya baik dari dalam maupun dari luar yang langsung maupun tidak langsung, yang dapat membahayakan identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Ketahanan nasional ialah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya, menuju kejayaan bangsa dan negara (kemampuan mengejar cita-cita nasional). Untuk dapat memahami konsep ketahanan nasional tersebut berikut ini diterjemahkan kata-kata kunci dalam konsep ketahanan nasional.
a)    Keuletan
merupakan kualitas diri masyarakat dan bangsa yang menunjukkan kemampuan mengobservasi dampak ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan untuk kemudian diatasi.
b)   Ketangguhan
 adalah kualitas yang menunjukkan kekuatan atau kekokohan sebagaimana dipersepsikan dari luar oleh pihak lain.
c)    Tantangan
 merupakan hal atau usaha yang bertujuan atau bersifat menngugah kemampuan
d)   Ancaman
merupakan hal atau usaha yang bertujuan atau bersifat mengubah atau merombak kebijiksanaan dan dilaksanakan secara konseptual kriminal serta politis
e)    Hambatan
 merupakan hal atau usaha yang bersifat atau bertujuan melemahkan atau menghalangi secata tidak konsepsional yang berasal dari diri sendiri.
f)     Gangguan
adalah hambatan yang berasal dari luar yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
g)    Identitas
 adalah ciri khas dari suatu bangsa dilihat secara keseluruhan yang membedakannya dengan bangsa lain.
h)    Integritas
 adalah kesatuan (kebulatan) yang menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa, baik itu aspek alamiah maupun aspek sosial 
oleh karena itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional dua di antaranya yaitu aspek ekonomi dan aspek sosial budaya:
B.       Aspek Ekonomi
1.    Pengertian Ekonomi
Ekonomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup meliputi kegiatan produksi barang dan jasa serta mendistribusikannya kepada konsumen atau pemakai.
Kegiatan produksi dalam perekonomian melibatkan faktor-faktor produksi berupa:
a.    Tenaga kerja,
b.    Modal,
c.    Teknologi,
d.     Sumber daya alam,
e.     Manajemen
2.    Ekonomi Indonesia
Pengelolaan dan pengembangan ekonomi Indonesia didasarkan pada pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut :
a.    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas  kekeluargaan.
b.    Cabang-cabang produksi yang penting bagai Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
c.    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d.    Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
e.    Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Peranan Negara dalam sistem ekonomi kerakyatan sesuai dengan pasal 33 lebih ditekankan bagi segi penataan kelembagaan melalui pembuatan peraturan perundang-undangan. Penataan itu baik menyangkut cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak, maupun sehubungan dengan pemanfaatan bumi, air, dan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Tujuannya adalah untuk menjamin agar kemakmuran masyarakat senantiasa lebih diutamakan daripada kemakmuran orang seorang, dan agar tampuk produksi tidak jatuh ke tangan orang seorang yang memungkinkan ditindasnya rakyat banyak oleh segelintir orang yang berkuasa.
3.    Ketahanan di Bidang Ekonomi
Mungkin memang sudah bukan lagi sebagai suatu rahasia, kalau yang namanya tingkat ekonomi pasti akan bisa mempengaruhi semua kalangan masyarakat, kalau tingkat ekonominya rendah maka bisa dibilang kekuatan dalam mempertahankan nasional pun ikut melemah. Jika tingkat ekonomi kuat, maka ketahanan nasional pun juga bisa bertambah kekuatannya.
Ketahanan ekonomi nasional merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan banyak dimensi. Dimensi-dimensi itu meliputi :
a.    Stabilitas ekonomi,
b.    Tingkat integritas ekonomi,
c.    Ketahanan sistem ekonomi terhadap guncangan dari luar sistem ekonomi,
d.    Margin of savety dari garis kemiskinan dan tingkat pertumbuhan ekonomi,
e.    Keunggulan kompetitif produk-produk ekonomi nasional,
f.      Kemantapan ekonomi dari segi besarnya ekonomi nasional,
g.    Tingkat integritas ekonomi nasional dengan ekonomi global.
4.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketahanan di Bidang Ekonomi
Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional dibidang ekonomi berupa tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakikatnya ditunjukan kepada faktor produksi dan pengelolahannya. Oleh karna itu,  pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijakan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengelolahannya didalam produksi dan distribusi barang dan jasa baik dalam negri maupun luar negeri.
Wujud dari ketahanan ekonomi tercermindalam kondisi perekonomian yang mampu memelihara stabilitas ekonomiyang sehat dan dinami, menciptakan kemandirian perekonomian nasionalyang berdaya saing tinggi, dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata.
Negara berkembang seperti Indonesia dalam pengelolaan faktor produksi menjadi barang dan jasa mempunyai ciri sebagai berikut:
a.     Bumi dan sumber alam,
Ø   Belum ada kemampuan sepenuhnya untuk memanfaatkan kekayaan alam, yaitu karena, kurang modal, belum memiliki keterampilan teknologi yang memadai dan tingkat manajemen yang belum memenuhi harapan.
Ø   Bencana alam seperti banjir dan musim kering yang hanya dikuasai dengan pengendalian sungai dan banjir.
Ø   Struktur ekonomi agraris merupakan tekanan berat atas areal tanah dan lingkungan dengan konsekuensi sosial yang amat luas.
Ø   Negara yang tidak mempunyai kekayaan alam sangat tergantung kepada impor bahan baku yang banyak memerlukan devisa sehingga perkembangan industrinya lamban.
b.    Tenaga kerja
Pertambahan penduduk yang cepat bisa menguntungkan, karena persediaan tenaga kerja yang cukup, namun harus disertai dengan peningkatan keterampilan teknologis dan perluasan kesempatan kerja. Apabila kebijaksanaan ini ditempuh maka akan menimbulkan pengangguran kelihatan atau tak kelihatan. Untuk jangka panjang perlu ditempuh penanggulangan sebagai berikut:
Ø      Peningkatan keterampilan teknologi,
Ø      Transmigrasi,
Ø      Keluarga berencana,
Ø      Distribusi penduduk secara ekonomi geografis yang dipadukan dengan masalah keamanan nasional.
c.    Faktor modal
Modal dapat diperoleh dari tabungan, pajak, reinvestasi perusahaan, pendapatan ekspor dan modal asing. Negara berkembang menghadapi kekurangan modal dan pemupukan modal dalam negeri terbatas, misalnya disebabkan:
Ø      Pendapatan masyarakat rendah, sehingga tidak memungkinkan adanya tabungan,
Ø      Dasar tarif pajak dan aparatur pemungutan pajak masih terbatas,
Ø      Kemampuan investasi modal perusahaan masih kurang.
Untuk mengurangi masalah ekonomi dalam bidang modal perlu ditempuh strategi pembangunan yang bertujuan:
Ø      Memberikan pendidikan keterampilan secara massal dan terarah,
Ø      Industrialisasi untuk perluasan lapangan pekerjaan,
Ø      Peningkatan produksi barang dan jasa untuk konsumsi dalam negeri dan untuk ekspor barang setengah jadi dan barang jadi,
Ø      Pembinaan permodalan bagi pengusaha golongan ekonomi lemah.
d.    Faktor teknologi
     Penggunaan teknologi memerlukan pertimbangan-pertimbangan, misalnya:
Ø      Labour intensive (Padat karya)
Ø      Teknologi intermediate atau teknologi Elektra.
Ø      Teknologi mutakhir atau technocratium.
e.    Hubungan dengan ekonomi luar negeri
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Negara-negara berkembang di bidang hubungan ekonomi luar negeri adalah sebagai berikut:
Ø      Melebarnya jurang pemisah antara Negara maju dengan Negara berkembang, karena pertumbuhan ekonomi yang tidak sama.
Ø      Akibat perkembangan tersebut ialah berupa kemerosotan harga bahan ekspor tradisional dan menurunkan hasil produksi Negara berkembang.
Ø      Makin tinggi kapasitas produksi dan volume ekspor Negara industri, makin mudah keadaan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan pasaran internasional.
Ø      Adanya pengelompokan Negara maju menjadi masyarakat ekonomi.
f.      Prasarana atau infrastruktur
Prasarana merupakan segal sesuatu yang diperlukan untuk menunjang produksi barang dan jasa. Prasarana adalah faktor utama bagi pertumbuhan dan kelangsungan ekonomi Negara. Usaha subversip dan infiltrasi baik dalam suasana damai, apalagi dalam keadaan perang selalu menjadikan prasarana sebagai sasaran utama dari pihak lawan.
g.    Faktor manajemen
Manajemen adalah tata cara mengelola perusahaan. Publik administration adalah manajemen atau tata cara perusahaan oleh aparatur Negara, sedangkan business managemen adalah tata cara perusahaan oleh pihak swasta.
C.       ASPEK SOSIAL BUDAYA
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri hidup bersama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.
Manusia mengembangkan kebudayaan tidak lain sebagai upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari lingkungannya untuk kemudian mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Karena itulah dapat dikatakan bahwa kebudayaan merupakan wujud tanggapan aktif manusia terhadap tantangan yang datang dari lingkungan.
Aspek sosial biasanya mengacu pada masalah struktur sosial dan pola hubungan sosial yang ada di dalamnya, sedangkan kalau kita bicara aspek budaya, mengacu pada kondisi kebudayaan yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan. Atas dasar itu, maka hal tersebut akan dibicarakan dalam bahasan berikut.
1.      Struktur Sosial di Indonesia
struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh dua cirinya yang bersifat unik. Secara horizontal ditandai oleh adanya kesatuan-kesatuan berdasarkan perbedaan suku-bangsa, agama, adat, serta perbedaan kedaerahan. Secara vertikal struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.
Pluralitas masyarakat Indonesia yang bersifat multi dimensional telah menimbulkan persoalan tentang bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi secara horizontal, sementara sratifikasi sosial sebagaimana terwujud pada masyarakat Indonesia akan memberi bentuk pada integrasi.

Oleh karena itulah maka timbul persoalan yang timbul dari struktur masyarakat Indonesia yang demikian adalah bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi pada tingkat nasional sehingga menunjang penciptaan ketahanan nasional yang mantap.
2.      Kondisi Budaya di Indonesia
Lapisan sosial yang berbeda membawa perbedaan perilaku kebudayaan yang diwujudkan dalam keadaan tertentu seperti bahasa yang digunakan, kebiasaan berpakaian, kebiasaan konsumsi makanan dan sebagainya. Semua itu menambah keanekaragaman tampilan budaya masyarakat Indonesia.
Kebudayaan baru yang lebih penting daripada kebudayaan-kebudayaan lain dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa adalah kebudayaan nasional atau kebudayaan Indonesia. Kebudayaan ini tidak sama dengan kebudayaan daerah tertentu tidak sama artinya dengan penjumlahan budaya-budaya daerah di kepulauan Indonesia.
Apa yang disebutkan kebudayaan bangsa dalam penjelasan UUD 1945 dirumuskan sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah si seluruh Indonesia. Perkataan puncak-puncak kebudayaan itu artinya adalah kebudayaan yang diterima dan dijunjung tinggi oleh sebagian besar suku-suku bangsa di Indonesia dan memiliki persebaran di sebagian besar wilayah Indonesia.
3.      Ketahanan di bidang aspek sosial budaya
Jika kita melihat fenomena demam Korea yang terjadi pada generasi muda beberapa waktu terakhir, mungkin itu bisa kita jadikan contoh bahwa ketahanan nasional Indonesia dari sisi sosial-budaya memang masih lemah. Untuk itu perlu ada peningkatan pemahaman tentang ketahanan sosial-budaya ini yang mana bersumber pada definisi budaya atau kebudayaan itu sendiri.
                                                      
Ketahanan aspek social budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik budaya bangsa Indonesia yang berisikan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan yang mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, yang langsung maupun tidak langsung, yang membahayakan kelangsungan hidup social budaya bangsa dan NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Wujud ketahanan social budaya tercermin dalam kehidupan social budata bangsa yang mampu membentuk dan mengembangkan beriman dan bertakwakepada Tuhan yang maha esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
4.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketahanan di Bidang sosial budaya
Oleh karena itu, dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala daya dan upaya ronrongan, diperlukan Ketahanan Sosial yang meliputi segala bidang ataupun sendi. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ketahanan Dibidang Sosial dan Budaya, adalah:
1.      Tradisi,
 dimana Tradisi sosial ini pada dasarnya bersifat dinamis, karena itu nilai-nilai serta kaidah-kaidah yang tidak dapat menjawab tantangan , akan lenyap secara wajar. Sangat diperlukan untuk menghindari yang namanya sikap Tradisionalisme, yaitu sikap atau pandangan yang menuju dan mempertahankan peninggalan masa lalu secara berlebihan atau tidak wajar.
2.      Pendidikan,
merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap ketahanan di bidang sosial budaya. Melalui pendidikan masyarakat akan memperoleh kemampuan untuk menilai tradisi yang masih sesuai atau tidak terhadap perkembangan jaman. Pendidikan dalam arti luas ialah usaha untuk mendewasakan manusia agar dapat mengembangkan potensinya serta berperan serta secara penuh dalam menumbuhkan kehidupan sosial sesuai dengan tuntutan zaman.
3. Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Negara
Untuk membina dan membangun masyarakat modern, diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa, dimana untuk mendukung hal tersebut ditentukan oleh banyak faktor, yaitu: Pribadi (moral, akhlak, semangat, dan akuntabilitas) dari pemimpin-pemimpin Bangsa, komitmen yang kuat dari Pemimpin, tujuan Nasional, Nilai-nilai Sosial Budaya, keadaan Sosial (masyarakat), Sistem Politik dan Ilmu Pengetahuan.
5.      Tujuan Nasional,
 yang selalu berintikan Falsafah Negara, merupakan unsur Pengarah, Pemersatu, Pemberi Motivasi dan merupakan salah satu Identitas Nasional.
6.      Kepribadian Nasional,
 merupakan hasil perkembangan Sejarah dan cita-cita bangsa yang dirumuskan sebagai dasar kehidupan bangsa. Kepribadian ini perlu dipupuk, dibina dan dimasyarakatkan pada setiap generasi, karena kepribadian nasional ini merupakan daya tangkal yang sangat strategis untuk menghadapi tantangan dari pengaruh asing, maupun pengaruh dari dalam, seperti Terorisme, dll.
D.     Hubungan sosial budaya dengan ekonomi

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours