Kurikulum 2013 Memperbodoh Anak Bangsa

Auzubillahi minassyaitonirrozim, Bismillahi rohmanirrohi, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarkatuh.
Yang terhormat Bapak Menteri Pendidikan Indonesia, Bapak Dinas Pendidikan di Jakarta (Pusat), Para pakar pendidikan yang ada di Indonesia, Dewan Pendidikan Indonesia, Badan LitBang Indonesia, dan seluruh kepala Dinas yang ada di Indonesia mulai dari provinsi hingga Kota atau Kabupaten, serta seluruh Guru yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Maroke, dari Barat sampai ke Timur. Baik itu guru PAUD, TK, SD, SMP dan SMA serta para Dosen yang saya hormati. 

Sebelum membahas tentang judul di atas, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, sebanyak-banyaknya, sebanyak pasir dipantai dan sebanyak bilangan rambut dikepala serta bilangan bintang di angkasa.

Saya bukan siapa-siapa, saya hanyalah seorang budak dusun yang menompang di bumi pertiwi ini untuk mengadu nasib dikencah permainan dunia politik. Saya bukan guru, saya hanya seorang pengangguran, izinkan saya untuk menyampaikan unek-unek saya mengenai Kurikulum 2013 yang diselenggarakan saat ini.
Menurut saya, kurikulum 2013 ini hanya akan memperbodoh anak bangsa. Alasan saya:
a.       Sekolah Dasar
  1. untuk sekolah dasar pelajaran mulok Bahasa Inggris ditiadakan.
  2. begitu juga dengan molok daerah (adat dan tradisi) daerah adat setempat.
Alasan saya dua inilah dulu ya, kita bahas mengenai pelajaran Bahasa Inggris. Pada tahun pelajaran 2010/2011, pemerinah melalui Dinas Pendidikan telah mengadakan program atau penataran atau pelatihan untuk guru-guru SD dalam hal pelajaran Bahasa Inggris selama enam bulan (kalau tidak salah).
Setiap sekolah dasar mengirim satu guru mereka untuk ditatar atau dibina pelajaran bahasa inggris di kota masing-masing secara nasional. Enam bulan kemudian selesailah mereka belajar bahasa Inggris dengan menghabiskan berapa biaya tu. ‘Kan menggaji tutornya (pelatihnya atau gurunya) yang mengajar guru-guru tersebut. 
Setelah itu, setiap guru yang telah mendapatkan ilmunya padapelatihan tersebut, mengaflikasiakannya pada sekolahnya masing-masing. Setelah melalui beberapa proses atau surpei, katanya program itu tidak jalan sepenuhnya. Penelitiannya sampai dimana Bok?. Khsusnya kota Singkawang dengan adanya wajib dulu itu ya, guru Bahasa Inggris mengajar di SD, maka Kota Singkawang mengangkat beberapa guru SD yang memang lulusan Bahasa Inggris. Dan sekarang, Bahasa Inggris SD tidak ada lagi. Bagaimana coba? Sudah berapa biaya yang dihabiskan?
Alasan kedua. Saya tidak setuju jika SD tidak ada bahasa Inggris. Alasannya saya, sekarang jaman serba canggih, apa-apa saja menggunakan Bahasa Inggris. Internet, hp, barang elektronik, roti, dan lain sebagainya. Mau jadi apa anak bangsa. Katanya ini jaman global, bebas, tapi anak kita sejak Sd tidak diajarkan bahasa Inggris. Jangan tuntut nilailah..... hasilnya, yang kasih nilaikan guru. Bukan siapa-siapa, tujuannya untuk apa, kan agar kita ngerti pelajaran bahasa Inggris, bukan tubi-tubi nya Pak Buk, kalau lewat tulisan gini susah ya, kurang puas.... ayo hubungi saya pak buk, kita bahas sama-sama.
Kiblat pendidikan kita ke mana? Australia dan Singapura. Ukur dulu badan kita secara menyeluruh, mencontoh ya bagus, tapi ini terbalik, itu memperbodoh anak bangsa. Dan masalah mulok daerah belum kita bahas lagi ni, itulah makanya anak didik kita sekarang sudah tidak tahu adat lagi, dengan guru atau orang tua sudah tidak lagi sopan, itu karena apa? Sinetron!!!!!! Sinetron anak yang selalu saja melawan orang tua, berkelahi dengan teman, itu karena apa, kurikulum, kurikulum, kurikulum.
Manalah sekarang, guru jentil sedikit “ham” denda 7 juta, atau penjara, atau pindah, apalagi yang kasar-kasar atau pelecehan seksual. Nah, sekarang hal pelecehan sek sual itu, perlu kita garis bawahi. Anak-anak sd sekarang saja sudah suka yang gitu-gitu. Dapat dari mana, siapa gurunya. Sudah kejadian, nyalahkan orang dewasa, mak bapaknya kemana, guru juga yang salah, mentang-mentang di sekolah. Semuanya kita saling introspeksilah.............
   
b.      Sekolah Menengah Pertama
Sekarang kita bahas smp, tik saja tidak ada, sekarang jaman teknologi, internet, telkomsel saja iklan genggam dunia lewat internet. Tapi tik hilang di smp, akhirnya anak-anak kita hanya pandai Facebook-an, Twitter-an, Cating-an, Line-an, Kakaotok-an, dll-ah. Bapak dan ibu guru sd, smp, atau sma saja masih gaptek, padahal mereka dituntut untuk menguasai teknologi, kirim data lewat email, data-data serba online, daftar pegawai online, jadi.... apa yang bisa mereka lakukan, disuatu sisi ereka di tuntut, di satu sisi, anak-anak kita diputuskan mata rantainya. Akhirnya mereka membuka situs-situs yang bukan-bukan, dll.

Hubungi saya di nomor ini: 0852 4571 6578, sugianto, s.pd.i
Direktur cv. Firman,

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours