Hari hari Yang Diharamkan Puasa Dan Hikmahnya

  1. Hari-hari Yang Diharamkan Puasa Dan Hikmahnya
Hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa adalah:
a.       Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa: “Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. melarang berpuasa didua hari, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha”.
b.      Hari Tasyrik, yaitu tiga hari pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzul Hijjah (sesudah Idul Adha)
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Nubaisyah Al-Hudzaili ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Hari Tasyrik itu adalah hari makan, minum dan menyebut nama Allah Swt”.
c.       Puasa khusus pada hari Jum’at
Islam melarang hari khusus pada hari Jum’at, karena hari Jum’at merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam. Menurut Jumhur Ulama, puasa khusus pada hari Jum’at hukumnya makruh. Jika seorang berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya atau bertepatan dengan hari Jum’at  itu hari Arafah atau hari Asyura maka tidak dilarang.

d.      Puasa khusus pada hari Sabtu
Islam juga melarang puasa khusus pada hari Sabtu, karena hari Sabtu merupakan hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi.

e.       Puasa pada pertengahan bulan Sya’ban ke atas
Mengenai puasa pada pertengahan bulan Sya’ban ke atas sebagian ulama berpendapat, bahwa puasa pada pertengahan Sya’ban hukumnya makruh.

f.        Puasa terus-menerus sepanjang tahun termasuk dua hari raya dan hari tasyrik
Mengenai hal ini, sebagian ulama berpendapat makruh. Adapun jika beruasa terus-menerus tanpa hari raya dan hari tasyrik hukumnya makruh, dan sebagian ulama berpendapat tidak makruh.

Di dalam hari-hari yang diharamkan puasa itu terdapat hikmah, diantaranya adalah sebagai berikut:
Allah Swt. telah mengharamkan berpuasa pada kedua hari raya yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha, karena pada kedua hari raya itu orang berada dalam keadaan sedang gembira serta beberapa mendapatkan kelezatan yang tidak dilarang oleh Allah Swt. juga orang menampilkan sifat murah hati dan dermawan terhadap golongan fakir miskin.
Dan diharamkan puasa pada hari tasyrik, karena pada hari-hari tersebut orang-orang haji berada dalam kesibukan di tempat-tempat suci itu, dan juga karena musafir. Allah Swt. tidak hanya mengharamkan puasa pada hari tasyrik ini hanya atas orang-orang haji, namun umum atas kaum muslimin. Sehinggga penunaian ibadah itu hanya dilakukan dengan satu cara.
  Demikian pula diharamkan puasa pada pertengahan sampai akhir bulan Sya’ban, agar dapat menghadapi puasa pada bulan Ramadhan dengan kuat tanpa rasa derita dan rasa letih. 

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours