Hal-hal yang membatalkan puasa
8. Hal-hal yang membatalkan puasa
a.       Muntah dengan sengaja
Muntah itu dapat membatalkan puasa, walaupun tidak ada yang kembali ke dalam perut. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayat oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Barang siapa yang tidak sengaja muntah, maka tidak diwajibkan untuk mengqadha puasanya, dan barang siapa muntah dengan sengaja maka harus mengqadha puasanya (karena puasanya menjadi batal)”.
b.      Haid dan nifas
Haid adalah keluarnya darah dari kemaluan (vagina) wanita selama tiga hari atau satu minggu. Dalam artian lain haid adalah keluarnya darah dari rahim sebagai akibat pelepasan selaput lendir rahim yang disebut juga menstruasi. Sedangkan nifas adalah masih keluarnya darah selesai melahirkan selama 40 hari. Selama haid atau nifas tidak boleh puasa.

c.       Bersenggama disiang hari atau setelah waktu terbit fajar
Allah Swt. Berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 187, yang artinya: “Dihalalkan kepada kamu pada malam bulan Ramadhan bercampur dengan istrimu”.
d.      Gila, mabuk atau pingsan
Apabila gila, mabuk atau pingsan terjadi saat siang hari, maka batallah puasanya. 
e.       Memasukkan sesuatu ke dalam perut, misalnya makan dan minum
Makan dan minum dengan sengaja itu membatalkan puasa, akan tetapi jika dilakukan secara tidak sengaja maka tidak membatalkan puasa. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Nabi Muhammad Saw. telah bersabda: “Barang siapa yang lupa, bahwa ia puasa kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah disempurnakannya puasanya, sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum”.
f.        Memasukan sesuatu ke dalam kepala (lubang telinga)
Memasukkan sesuatu ke dalam kepala (lubang telinga) dimaksudkan karena dapat membatalkan puasa. Dapat membatalkan puasa itu karena lubang telinga dipenuhi dengan kotoran (najis).
g.       Memasukkan sesuatu (obat) lewat qubul dubur
Memasukkan sesuatu obat lewat anus atau dubur (qubul) dapat membatalkan puasa karena di dalam dubur itu terdapat najis.
h.       Keluar mani sebab bersentuhan dengan perempuan
Keluar mani adalah puncak yang dituju orang an puasa, akan tetapi jika dilakukan secara tidak sengaja maka tidak membatalkan puasa. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Nabi Muhammad Saw. telah bersabda: “Barang siapa yang lupa, bahwa ia puasa kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah disempurnakannya puasanya, sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum”.
i.         Murtad
Murtad adalah orang yang keluar dari agama Islam.

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours