Hal Hal Yang Disunatkan Dalam Puasa
6.      Hal-Hal Yang Disunatkan Dalam Puasa
a.       Makan sahur
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik ra, ia berkata bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Hendaklah kalian makan sahur, karena di dalam sahur itu terdapat suatu keberkahan”.
Waktu sahur dimulai sejak tengah malam. Sedangkan untuk keutamaan sahur itu bisa diperoleh dengan memakan makanan sedikit atau banyak, atau dengan hanya meminum air. Hal ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Hibban disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Bersahurlah kamu sekalian, meskipun hanya dengan seteguk air”.
b.      Mengakhiri waktu makan sahur (kira-kira beberapa menit sebelum subuh)
Hal ini dijelaskan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Tsabit ra, ia berkata: “Kami makan sahur bersama Nabi Muhammad Saw., kemudian bangkit untuk sholat subuh. Ia ditanya tentang berapa lama di antara sahur dan shalat subuh itu, maka ia menjawab: “Kira-kira kita membaca lima puluh ayat”.
c.       Menyegerakan berbuka puasa, jika telah jelas masuk waktu Maghrib
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad Saw., bersabda: “Orang masih tetap dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka puasa”.
d.      Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis atau dengan air sebelu makan makanan yang lain
Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Abu Dawud, disebutkan bahwa: “Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. berbuka puasa sebelum shalat dengan beberapa butir kurma setengah masak. Kalau tidak ada maka meneguk beberapa teguk air”.
e.       Membaca do’a ketika berbuka puasa
Adapun do’a yang dibaca adalah sebagai berikut: “Allahumma laka sumtu wabika amantu, wa ala rizkika abthortu, zahabaz-zholamu wabtallatil ‘uruqu wasabatal ajruinsya-allah”.
Yang artinya “Ya Allah, karena Engkau aku berpuasa, kepada Engkau aku beriman dan dengan rizqi pemberian Engkau aku berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah (karena minum) dan semoga pahalanya ditetapkan apabila Allah menghendaki”.
f.        Memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Barang siapa yang memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang yang berpuasa itu tidak kurang sedikitpun”.
g.       Memelihara percakapan
Maksud dari memelihara percakapan ini adalah meninggakan kata-kata yang kotor, misalnya berdusta, mengumpat, menggunjing, dan lain-lainnya.
Hal ini telah dijelaskan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Abu Hurairah ra, ia berkata: “Orang yang tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah tidak butuh untuk memberikan pahala karena meninggalkan makan dan minumnya”.
h.       Memperbanyak shadaqah, membaca Al-Qur’an dan beriktikaf di masjid
Memperbanyak shadaqah, membaca Al-Qur’an dan beriktikaf di masjid, terutama pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours