Adakah Doa Khusus Menyambut Rajab Syakban dan Ramadhan?
Bulan Rajab telah tiba, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Syakban, setelah itu kita akan memasuki bulan yang paling mulia, yaitu bulan Ramadhan. Pada bulan Rajab ini telah terjadi suatu peristiwa yang amat penting yang dipercayai oleh seluruh umat Islam di dunia, yaitu Isra’ Mi’raznya nabi besar Umat Islam yaitu Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad Saw. Telah melaksanakan Isra’ Mi’raz pada tanggal 27 Rajab. Isra’ artinya perjalanan Rasulullah Saw. pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqsa di Palestina. Sedangkan Mi’raz adalah naiknya Rasulullah Saw ke langit untuk mendapatkan wahyu atau perintah dari Allah Swt. Apakah perintah yang didapat oleh Rasulullah Saw. pada saat Isra’ Mi’raz? Tiada lain adalah perintah “sholat” lima waktu sehari semalam.

Mengenai judul di atas “Adakah Doa Khusus Menyambut Rajab, Sya’ban dan Ramadhan?”  Tidak ditemukan riwayat yang shahih tentang ini. Ada pun doa yang tenar atau yang sering diucapkan manusia yakni: “Allahumma Bariklana fi rajaba wa sya’ban, wa ballighna ramadhan”, adalah hadits dhaifi (lemah).

Berdasarkan pendapat di atas yang mengatakan bahwa hadits tersebut lemah, bagi penulis itu tidak jadi masalah, daripada tidak ada sama sekali. Semua itu untuk memotivasi kita juga agar kita selalu berdoa kepada Sang Pencipta (Allah Swt).  

Ada pendapat lain yaitu dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya “Dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jika masuk bulan Rajab, dia berkata: “Allahumma Barik lanaa fii Rajaba wa Sya’ban wa Barik lanaa fii Ramadhan.” (Ya Allah Berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban wa Berkahilah kami di bulan Ramadhan). (HR. Ahmad, No. 2228. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Awsath, No. 4086, dengan teks agak berbeda yakni, “Wa Balighnaa fii Ramadhan.” Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 3654).

Sedangkan Syaikh Al Albany mendha’ifkan hadits ini. (Misykah Al Mashabih, No. 1369). Apa yang menyebabkan kelemahan riwayat hadits ini? Jawabnya silahkan lihat di catatan kaki.

Ya tidak apa-apa dhaif (lemah), nanti kita akan menjadi kuat imannya kepada Allah Swt. Semoga apa yang telah kita lakukan menjadi amal ibadah bagi Allah Swt. (amin). 



Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours