Doa Puasa 2014

Tidak lama lagi umat Islam di seluruh dunia akan melaksanakan puasa, diperkirakan tanggal 29 Juni 2014 insya Allah menurut perhitungan kalender nasional. Jika menurut kalender hijriyah kita tinggal melihat yang namanya anak bulan, dan pula harus menunggu keputusan dari alaim ulama atau MUI. Untuk mengetahui apa itu puasa, mari kita lihat dibawah ini.

Puasa adalah tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Untuk kata puasa, umat lain selain Islam juga melakukan puasa, misalnya Budha, Hindhu, Konghucu, Kristen. Disamping itu, ada juga hewan yang puasa, misalnya ayam, ular, dan lain-lainnya.

Selanjutnya Puasa mutlak biasanya didefinisikan sebagai berpantang dari semua makanan dan cairan untuk periode tertentu, biasanya satu hari (24 jam), atau beberapa hari. Puasa lain mungkin hanya membatasi sebagian, membatasi makanan tertentu atau zat. Praktik puasa dapat menghalangi aktivitas seksual dan lainnya serta makanan.

Apa yang kita lakukan sebenarnya ada hikmah dan manfaatnya bagi kita atau tubuh kita. Misalnya dengan puasa tubuh kita menjadi sehat, karena selama 11 bulan tubuh kita bekerja terus, makan terus, jadi untuk sebelun ini, kita istirahat makan siang.

Mengenai judul di atas yang mengatakan doa puasa, yang dimaksud dengan doa puasa adalah doa yang dilakukan pada saat kita melaksanakan ibadah puasa. Contohnya adalah “nawaitu saumarodin an adai fardu syahri ramadhona hajihis sanati lillahi ta’ala” yang kedua adalah “allahumma laka sumtu, wabika amantu, wa ala rizkika absortu, birahmatika ya arhamar rohimin”.

Jika kita mau mengerti dan mau megetahuinya bahwa doa ini adalah senjata dari orang-orang Islam (senjata mu’min).

Bacalah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang artinya “ Tiada satupun yang lebih mulia bagi Allah melainkan do’a”. Do’a adalah senjata, do’a adalah bukti begitu kecilnya kita sebagai hamba. Tidak pantas kita menyombongkan diri karena hanya kepada Allah sajalah kita memohon pertolongan dan perlindungan. Apalagi do’a seorang istri kepada suami, seperti kisah Nabi Ayub as. Ia diuji dengan bencana yang menimpa fisiknya. Tubuhnya tidak menyisakan satu lobang jarumpun yang sehat. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menolongnya, selain istrinya yang tetap memelihara cintanya karena Allah. Istrinya selalu melayaninya dan selalu mendo’akan sang suami untuk kesembuhannya, maka Allah mengabulkan do’anya, memperkenankan permohonannya. Lalu Allah memerintahkan Nabi Ayub untuk bangkit dan menjejakkan kakinya ke tanah dan Allah mengeluarkan mata air dari dalam tanah dan menyuruhnya mandi dengan air itu. Lalu, Allah menghilangkan seluruh penyakit yang ada di tubuhnya. Itulah buah dari do’a istri yang sholehah. “Do’a Perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki, ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab Baginda, “ Ibu lebih penyayang dari pada Bapa, “ dan do’a orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours