Cewek Tercantik Nan Ayu Berasal Dari Sma Negeri 6 Singkawang

Pada suatu pagi aku lagi mengemaskan kantin di depan rumahku. Aku jika pagi-pagi pasti mengemaskan kantin, soalnya ibuku sibuk di dapur menyiapkan apa-apa yang akan dijual. Pada saat aku mengemaskan kantin, kulihat ke jalan ada seorang cewek lewat, ia memakai sepeda mini warna pink (kalau tidak salah mataku). Aku terpana melihatnya, mataku terus menatapnya hingga ia tidak terlihat lagi. “Siapa dia?”, tanya hati kecilku. “padahal selama ini aku selalu mengemaskan kantin, tapi mengapa ia baru terlihat sekarang. Kemana ia selama ini?”, tambahku.

Aku semakin penasaran. Keesokan paginya seperti biasa aku tetap menyiapkan barang-barang dikantin. Setelah semuanya beres, aku duduk dibangku kantin menghadap ke jalan raya. Tidak lama kemudian cewek itu lewat. “Sheetttt”, cewek itu melintas di depanku. Mataku menatap wajahnya yang ayu dan cantik sekali. Bodynya sedang (tidak terlalu besar, ramping, mungil), ia memakai kerudung putih, itu saja yang terlihat dari ciri khasnya. Dimataku, seakan-akan ia adalah bidadari yang turun dari taksi dan sangkut di tower tidak jauh dari rumahku. Cewek itu berlalu begitu saja. Setelah ia lewat, aku terus ke jalan raya, aku ingin meliatnya puas. Dari kejauhan aku menatap ia pergi ke sekolah hingga ia tidak terlihat lagi.

Aku semakin penasaran, aku ingin bertanya siapa namanya kepadanya, sekolah dimana, kelas berapa, dan tinggal di mana. Seperti itulah yang ada di dalam hatiku saat itu.

Keesokan harinya seperti biasa aku lihat ia ke sekolah, ia memakai baju olah raga. Aku kenal dengan baju olah raga tersebut. Karena baju olah raga itu pernah dipakai oleh tetanggaku. Ia sekolah di SMA Negeri 6 Singkawang Utara. Sekarang sudah terjawab, bahwa cewek itu sekolah di SMA Negeri 6 Singkawang. Tapi sekarang aku tidak tahu ia kelas berapa. Nanti akan aku selidiki lagi, tapi pada siapa aku akan bertanya ya? Kata hati kecilku.

Keesokan harinya lagi, kulihat seragamnya, ternyata ia sudah kelas tiga kali, kataku. Aku menjadi ragu, kelas dua atau kelas tiga. Seperti itulah kegiatanku setiap pagi. Dihari berikutnya kuberanikan diri untuk mengucapkan salam.
“Assalamualaikum”, ucapku kepada cewek tersebut akan tetapi setelah ia lewat dan dari jauh kuucapkan salam kepadanya. Aku masih penakut (pecundang). Kadang aku “ehm...ehm...ehm...” kataku seperti itulah jika ia lewat di depan kantinku hingga satu bulan seingatku. Bulan berikutnya atau hari berikutnya, dia tidak lagi lewat di depan rumahku. Aku menunggunya lewat, namun dia belum juga lewat. “Kemana dia, apakah dia sakit atau kenapa-napa?” tanya hati kecilku. Aku selidiki lagi, ternyata ia lewat memutar dari belakang, karena ada gang lain yang tembus ke jalan berikutnya. “ohhh... ternyata ia lewat dari situ!”, kataku lirih.

Aku sedih, aku kecewa, aku merasa tidak berguna sekali. Kenapa? Hanya ucapku seperti itu, mengucapkan salam, ehm-ehm, hay cewek, ia jadi benci. Tuhan-tuhan, hanya segitu saja tingkahku cewek udah benci kepadaku, apalagi jika kuperkosa atau kuhadang, atau ku cium atau aku.... ah keluhku pada Tuhan.

Aku tahu, aku sudah tua, belum kawin dan jelek serta cacat, mungkin karena itulah ia benci kepadaku. Karena cewek itu memang banyak sifatnya, ada yang suka, ada yang benci, ada juga yang tidak peduli sama sekali. Sejak dari itu aku tidak lagi mengganggunya, apalagi mengucapkan salam dan lain sebagainya, aku hanya diam jika ia lewat, hanya kulihat begitu saja, karena aku bukanlah arjuna sebagaimana yang ia harapkan dari Tuhan, ia khan boy?

Aku tahu ia cantik, aku juga penasaran siapa dia? Aku suka sama dia (jujur), bila perlu aku cintai atau aku jadikan istriku yang pertama dan terakhir, tapi aku sudah tua Nek...!! Usiaku sudah 36 tahun, pa dia mau? Cewek Tercantik Nan Ayu Berasal Dari Sma Negeri 6 Singkawang, yang selalu memakai sepeda warna pink, pakai kerudung putih, selalu berangkat paling awal dari yang lainnya, kira-kira pukul 06.30.

Cukup saja sampai disini ya, siapapun dirimu “cewek” aku suka kamu.


Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours