Senin, 23 Maret 2015

Apakah Bahan Bakar Neraka?


Sugianto, S.Pd.I
Menurut Islam Apakah Bahan Bakar Neraka? Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Quran surah At-Tahrim ayat 6 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Surah At Tahrim ayat 6).

Berdasarkan ayat di atas, dapat penulis simpulkan bahwa selaku kepala keluarga mempunyai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang amat besar, yaitu menjaga anak dan istrinya dari api neraka. Maksudnya juga, seorang kepala keluarga memberikan bimbingan atau ilmu yang baik kepada anak dan istrinya. Jika anak dan istri membuat kesalahan, maka didiklah atau ajarilah mereka, serta nasehatilah mereka agar tidak terjerumus kejalan yang tidak-tidak (kotor).

Dalam hal ini Imam At-Tobari (rahimahullah) menyatakan di dalam tafsirnya: “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari Neraka”. Pendapat lain juga dikemukakan oleh Ibnu Abbas r.a juga mentafsirkan ayat ini: “Beramallah kamu dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kamu untuk bermaksiat kepadaNya dan perintahkan keluarga kamu untuk berzikir, nescaya Allah menyelamatkan kamu dari Neraka”.

Dan masih banyak tafsir dari para sahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita (selaku kepala keluarga) untuk menjaga diri dan keluarga dari Neraka dengan mengerjakan amalan soleh dan menjauhi maksiat kepada Allah s.w.t.

Berdasarkan keterangan atau penjelasan di atas, maka bahan baker neraka adalah manusia dan batu. Sedangkan di dalam surah lainnya Allah s.w.t. berfirman yang artinya “Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir”  (QS. Al-Baqarah: 24).

Maka dari itu, janji Allah itu pasti benar, barang siapa yang mengikuti arahannya atau perintahnya, maka keberuntunganlah yang akan didapatkannya. Dan barang siapa yang tidak menghiraukan perintahnya maka ia akan dalam kerugian. Mulai sekarang kembalilah kepada Allah swt. jika kita telah melakukan berbagai kesalahan selagi kita masih diberi waktu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...