Mengenai judul di atas, Mengapa Allah Swt sakit hati, dan pada siapa Allah sakit hati? Jawabnya adalah Allah sakit hati karena ulah manusia yang selalu


Mengapa Allah Swt Sakit Hati?
Hati or Qolbu 
Mengapa Allah Swt Sakit Hati

Mengenai judul di atas, Mengapa Allah Swt sakit hati, dan pada siapa Allah sakit hati? Jawabnya adalah Allah sakit hati karena ulah manusia yang selalu berbuat kerusakan dimuka bumi ini.
Bacalah firman Allah swt yang artinya “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali[848] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." Keterangan: [848]. Yang dimaksud dengan membuat kerusakan dua kali ialah pertama menentang hukum Taurat, membunuh Nabi Syu'ya dan memenjarakan Armia dan yang kedua membunuh Nabi Zakaria dan bermaksud untuk membunuh Nabi Isa a.s. Akibat dari perbuatan itu, Yerusalem dihancurkan (Al Maraghi). (QS. Al Israa': 4)

77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash: 77).

Dan pula mereka saling bunuh membunuh satu sama lainnya. Lihatlah firman Allah swt. yang artinya “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya[412]. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. Keterangan: [411]. Yakni: membunuh orang bukan karena qishaash.
[412]. Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya. 413]. Ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata. (QS. Al Maa'idah: 32).

Mereka melakukan apa yang dilarang oleh Allah: sek bebas, membunuh anak sendiri, aborsi, merampok, merusak hutan, dan banyak lagi yang laiinya. Itulah sebabnya Allah swt. marah atau sakit hati.

Tapi ingat juga Allah maha Pengampun, kembalilah kepada jalan-jalan Allah, niscaya Indonesia aman sejahtera.

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours