Allah adalah Esa, ia tidak beranak dan tidak diperanakkan sebagaimana firmannya dalam Al- Quran Surah Al- Ikhlash ayat 1 sampai dengan 4


Apakah Allah Swt Sakit Hati...!!!! dan Kenapa....???!
Sakit Hati: Ilustrasi 
Allah Swt Sakit Hati

Allah adalah Esa, ia tidak beranak dan tidak diperanakkan sebagaimana firmannya dalam Al- Quran Surah Al- Ikhlash ayat 1 sampai dengan 4 yang artinya: 1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, 4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. Al- Ikhlash: 1-4).

Tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (yang perlu kita garis bawahi saat ini), tapi mengapa banyak orang yang telah menduakan-Nya? Apakah Allah tidak lagi sakti di matanya? Apakah Allah swt. tidak hebat dimatanya, hingga ia mencari Tuhan lain selain dari Allah swt.? Dengan perlakuan manusia yang menduakan Allah tersebut maka membuat Allah sakit hati. Dengan sakit hatinya Allah kepada manusia, maka didatangkannyalah bencana, sebagaimana yang telah terjadi pada umat-umat dimasa lalu (dizaman para Nabi). Sebenarnya apa yang terjadi pada masa lalu dan dikisahkan (diceritakan) yang berulang-ulang di dalam Al-Quran, harus kita jadikan iktibar (pelajaran), agar kita tidak mengalami perkara seperti zaman Nabi.

Contoh lain sekarang ini adalah dengan adanya Tsunami (bukan Long Nami atau Pak Su Nami), itu adalah sebuah cobaan bagi yang beriman, sebuah hukuman bagi yang berdosa. Akan tetapi yang terkena musibah itu tidak pandang bulu (tua-muda, miskin-kaya, cantik-jelek, berdosa-tidak berdosa, salah-tidak salah) semuanya terkena juga.

Kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh manusia itu sendiri baik di laut ataupun di darat.

Perhatikan firman Allah swt dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 12 yang artinya “Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Al- Baqarah: 12).
Kemudian dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 32 yang artinya “32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya[412]. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

[411]. Yakni: membunuh orang bukan karena qishaash. [412]. Hukum ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya. [413]. Ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata. (QS. Al Maa'idah: 32).



Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours