Senin, 02 Februari 2015

Bagaimana Yesus Menurut Islam


Sugianto, S.Pd.I
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa agama di Indonesia ini ada lima di tambah satu jadi enam, yaitu 1. islam, 2. katolik, 3. protestan, 4. budha, 5. hindu, dan 6. adalah konghucu. Keenam agama tersebut mempunyai tuhannya masing-masing yang tidak boleh diganggu gugat sama sekali. Kali ini penulis akan mengatakan sedikit megenai “Yesus” menurut Islam.

Yesus adalah seorang tukang kayu, pengkhotbah, seorang guru, seorang rabi, atau seorang penyembuh, pembuat mukzizat. Dia adalah seorang tokoh Yahudi yang berasal dari kota Nazaret, Israel.

Orang kristen mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah, Tuhan, Mesias dan Juru Selamat bagi seluruh umat manusia. Akan tetapi agama Yahudi menolak anggapan tersebut yang mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinubatkan dalam kitab suci yang mereka anut.

Dalam agama Islam, Yesus atau Nabi Isa yang disembah menurut ajaran kristen, sebenarnya adalah Yudas Iskaryo atau dengan nama lain Yahuza, yang diserupakan oleh Allah menyerupai Nabi Isa, yang kemudian di salib. Sedangkan Nabi Isa yang sesungguhnya dinaikkan ke langit oleh Allah swt.

Nabi Isa bukan Yesus, namun bagi kepercayaan agama Kristen Nabi Isa adalah Yesus sebagai Juru Selamat atau Penghapus Dosa bagi dosa-dosa manusia. Pandangan Islam tentang Yesus berbeda dengan ajaran Kristen. Perbedaan utama terletak pada persoalan ketuhanan Yesus, yang dalam manuskrip al-Qur’an dan bahasa Arab disebut Isa Al-Masih.

Perhatikan firman Allah swt dalam Al-Quran surah An-Nisaa’ ayat 157 yang artinya “dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa” (QS. An-Nisaa’: 157). Keterangan; [378]. Mereka menyebut Isa putera Maryam itu Rasul Allah ialah sebagai ejekan, karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan Isa itu.

Isa bukan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia bertanggung jawab dan hanya akan diadili atas perbuatannya sendiri. Itulah pandangan Islam terhadap “Yesus”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...