Senin, 02 Februari 2015

Bagaimana hukum Poligami Menurut Islam


Sugianto, S.Pd.I
Berdasarkan judul di atas, perhatikan firman Allah swt. dalam Al-Quran surah An-Nisaa’ ayat 3 yang artinya “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS. An-Nisaa: 3).

Keterangan: [265]. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.
[266]. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.

Berdasarkan ayat di atas dapat disimpulkan bahwa poligami menurut Islam itu boleh “mubah”, tetapi dengan syarat harus bisa berlaku adil kepada istri-istri. Jangan hanya asal menuruti hawa nafsu saja atau kebutuhan biologis, pamer, bangga sendiri. Sedangkan Rasulullah saw. tidak mencontohkan yang demikian. Bagaimana berlaku adil kepada istri baik nafkah lahir atau batinnya, perkataan harus dijaga, jangan membeda-bedakan istri, dan lain sebagainya.

Itulah pandangan Islam terhadap poligami. Ini apa, banyak orang yang kawin lebih dari satu (poligami) hanya menurutkan hawa nafsunya saja, dengan dalih tidak puas, istri sakit, galak, garang, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...