Senin, 02 Februari 2015

Pacaran Menurut Islam


Sugianto, S.Pd.I
Segala sesuatu yang ada di dunia ini Allah ciptakan berpasang-pasangan. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Al-Quran surah Asy-Syuura ayat 11 yang artinya “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat (QS. Asy-Syuura: 11).

Dan firman-Nya dalam surah Ar Ra'd ayat 3 yang artinya “Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan [765], Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. Ar-Ra’d: 3). Keterangan: [765]. Yang dimaksud berpasang-pasangan, ialah jantan dan betina, pahit dan manis, putih dan hitam, besar kecil dan sebagainya.

Lihat pula dalam surah Yasin ayat 36 yang artinya “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (QS. Yasin: 36). Dan banyak lagi surah lainnya.

Berdasarkan ayat-ayat di atas, bahwa semua di dunia ini sudah ada pasangannya, akan tetapi bagaimana cara kita untuk mendapatkan pasangan kita, yang pastinya usaha dan do’a serta ikhtiar. Ada yang mendapatkan pasangan itu secara benar dan adapula yang tidak. Maksudnya yang tidak benar adalah diperkosa (kawin), diberi obat (kawin), diberi pellet (kawin), dan lain-lainnya. Sedangkan yang baik, yang butuh proses tentunya. Kenapa bias terjadi demikian? Salah satunya adalah pacaran (kuhamil duluan, atau baru tiga bulan, banyak sekarang yang seperti itu, gara-gara pacaran).

Nah, berdasarkan judul di atas, pacaran menurut Islam itu tidak ada, yang ada hanyalah “ta’aruf” perkenalan dengan ditemani oleh muhrimnya atau murobbinya. Setelah keduanya ada kecocokan, keserasian, dan semuanya. Mereka bias melanjutkan kejenjang yang namanya perkawinan.

Jadi para remaja, pacaran dalam Islam itu tidak ada ya, yang ada hanyalah “ta’aruf”, bahaya dari pacaran ya itulah, dari pelecehan seksual hingga ke sek, dari belaian, ciuman, dan ngesek. Akhirnya tiga bulan ku hamil duluan.

Semoga bermanfaat, terima kasih……


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...