Kamis, 19 Februari 2015

Nabi Isa Menurut Islam


Sugianto, S.Pd.I
Nabi Isa Menurut Islam, Semua agama di dunia ini pastinya mengenal yang namanya Nabi Isa as. Nabi Isa dengan artian disebut juga dengan nama Yesus oleh orang-orang Yahudi atau pun Nasrani. Nabi Isa memiliki beberapa mukzizat atas kekuasaan Tuhan. Di samping kelahirannya, Ia mampu berbicara saat berumur hanya beberapa hari, Ia berbicara dan membela Ibunya dari tuduhan perzinaan. Dalam Qur'an juga diceritakan saat Ia menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan kebutaan dan lepra.

Semua ini saya ketahui dari seorang guru agama waktu saya masih di kampong dan sekolah dasar. Nabi Isa menerima wahyu dari Tuhan yakni Inil. Sedangkan menurut versi Injil atau merujuk pada perjanjian baru agama Kristen, namun versi yang dimiliki oleh umat Kristiani saat ini, menurut umat Islam telah diubah dari versi aslinya. Beberapa pendapat dalam Islam menyebutkan bahwa Injil Barnabas adalah versi Injil paling akurat yang ada saat ini.

Andaikan kita ketahui bahwa sesungguhnya Isa as tidak dibunuh maupun disalib, Tuhan membuatnya terlihat seperti itu untuk mengelabui musuh-musuhnya. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa salah seorang musuhnya diserupakan dengan dia, sedangkan Isa sendiri diangkat langsung ke surga dan musuhnya yang diserupakan tadi adalah orang yang disalib. Sementara pendapat lain (antara lain Ahmad Deedat dengan bersumber dari Alkitab) mengatakan bahwa Isa benar-benar disalib namun tidak hingga mati kemudian diangkat ke surga. Terdapat pula pendapat lain yang mengatakan bahwa yang disalib oleh tentara Roma bukan Isa melainkan salah seorang pengikutnya yaitu “Yudas Iskariot”.

Selama ini kita ketahui bahwa hari-hari besar Kristen yang mengatakan bahwa hari naiknya Isa kelangit, hari penghapus dosa dan lain-lainnnya. Sekarang saja Nabi Isa tersebut Isa masih hidup dan berada di surga, suatu hari Ia akan datang kembali ke bumi untuk melawan “Dajjal” dan merupakan salah satu tanda-tanda dekatnya akhir zaman.

Perlu juga kita ketahui bahwa Nabi Isa bukan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia bertanggung jawab dan hanya akan diadili atas perbuatannya sendiri. Barang siapa yang bersalah, maka di akan saya seret ke pengadilan. Yang bersalah dihukum dan dimasukkan ke neraka. Namun dimasukkan ke neraka yang mana kita tidak tahu. Karena jumlah neraka itu ada delapan macam.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...