Selasa, 10 Februari 2015

Bagaimana Aborsi Menurut Islam


Sugianto, S.Pd.I
Tahun demi tahun terus berganti, sekarang kita sudah menginjak tahun 2014. Dunia kini semakin tua, manusia semakiin banyak dan semakin bertingkah. Dulu, seorang anak yang kecil kini tumbuh sudah menjadi seorang remaja atau remaji. Dengan kemajuan teknologi saat ini, anak kita yang tumbuh remaja apakah bisa mengontrol diri atau membendung diri agar tidak terpengaruh pada perbuatan-perbuatan yang tidak baik?

Mungkin anak kita yang masih dalam pengawasan kita mereka berbuat atau bertindak dengan sopan dan santun serta baik. Akan tetapi diluar kita apakah yang mereka lakukan? Kita tidak mengetahuinya sama sekali. Banyak diantara remaja yang salah arah menuju pulau perhentian dan di sana mereka ?????? akhirnya “baru tiga bulan” atau “aku kecolongan” atau “kecelakaan”. Akhirnya minta pertanggung jawaban. Pada siapa? Dia? Dia tidak mau, karena masih kecil (remaja sekitar 15-18 tahun). Akhirnya lagi, diberi duit untuk mencari dukun beranak “digugurkan” atau “aborsi”.

Tahukah mereka aborsi itu? Aborsi atau Gugur kandungan dalam bahasa latinnya disebut dengan abortus) adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Sungguh senang sekali mereka melakukan itu, seolah-olah mereka tanpa beban dan tanpa muka tidak berdosa. Lakukan lagi, lakukan lagi, lakukan lagi. Seolah-olah mereka sudah “ketagihan”. Enak memang, karena semua itu adalah kebutuhan biologis. Akan tetapi, bagaimana dengan hokum agama? Bagaimana pandangan agama terhadap “aborsi”? 

Aborsi menurut Islam adalah “dosa” jika kita beri hukum “haram” hukumnya. Tdak boleh, zinanya saja “haram” apalagi menggugurkan bayi yang tidak berdosa. Zina dosa, menggugurkan “dosa”, jika kita ibaratkan satu nilai, kita sudah mendapatkan dua nilai dosa. Dosa zina dan dosa menggugurkan bayi sendiri.

Perhatikan firman Allah swt. dalam Al-Quran surah Al-An’aam ayat 151 yang artinya “Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]." Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)” (QS. Al-An’aam: 151).

Keterangan: [518]. Maksudnya yang dibenarkan oleh syara' seperti qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya.
Berdasarkan ayat di atas “….dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan ….” Maksudnya jangan membunuh anak sebelum atau sesudah lahirnya karena takut miskin. Karena Allah-lah yang memberinya rezki.

Zina adalah perbuatan dosa, namun banyak orang yang menyukainya. Jalan menuju sorga murah sekali harganya, akan tetapi banyak orang yang tidak suka. Sedangkan jalan menuju neraka yang sangat mahal harganya, banyak orang yang menyukainya. Janganlah berbuat dosa yang kedua kalinya. Pertama zina yang kedua menggugurkan kandungan. Karena aborsi menurut Islam haram hukumnya. Dari segi kesehatan juga sangat berbahaya, resiko “kematian”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...