Hay gan, berjumpa lagi kita dalam puisi galau dan pecundang. Kali ini penulis akan membuat sebuah puisi yang berjudul asok anjing babi ucapmu buatku. Puisi ini penulis angkat dari kisah teman penulis yang penulis temui beberapa waktu lalu. Ia mengisahkan cerita pilunya tinggal dirumah orang yang baik. Setelah ia selesai bercerita, penulis kemudian menyimpulkan sebuah puisi yang penulis beri judul Puisi Asok Anjing Babi Ucapmu Buatku.

Mengapa demikian pemirsa? Karena orang tersebut (menurut pencerita) selalu mengatakan perkataan yang kotor seperti di atas. Ia menyadari, ia juga banyak dosa dan kesalahan. Akan tetapi, semua yang dilakukannya itu, selalu berkelahi dengan iman. Jadi, imannya telah kalah.

Ia selalu nangis pemirsa, ia selalu sedih, padahal apapun yang orang itu pinta, atau apa saja, selalu ia kabulkan permohonannya. Namun, apa yang terjadi? Bacalah puisi di bawah ini. Selamat membaca.............................

“Asok Anjing Babi Ucapmu Buatku”

Lima tahun berlalu sudah kini
Puluhan purnama sudah terlampaui
Apapun pintamu
Aku turuti
Apapun yang kau inginkan
Aku kabulkan
Tiada waktu sedikitpun yang terlewatkan
Buatmu

Tapi
Semua itu hanya sia-sia
Semua itu bagimu hanyalah angin lalu
Ibarat kentut yang lewat dihidungmu

Aku slalu sopan berucap kepadamu
Perkataanku dan lafazku
Sebaik mungkin kuucap
Namun, semua itu hanya sia-sia

Kapan kau bahagiakan aku
Apakah aku asok anjing babi dimatamu
Sebagaimana yang selalu kau ucap kepadaku

Aku tahu
Aku bukan Om-Om
Aku hanya Mo-Mo
Aku miskin
Dan pecundang...

Om-Om kacang hijau yang selalu kau banggakan padaku
Padahal itu baru sesaat
Sedangkan aku yang sudah puluhan purnama
Dan ribuan waktu
Angin lalu di matamu

Memang sedih jadi orang miskin
Memang susah jadi orang cacat
Memang susah jika hidup menumpang
Inilah kisahnya.....

Bagaimana gan, kasihankan...begitulah nasib orang kecil, nasib orang miskin, nasib orang cacat. Dia cacat gan, cacat tulang belakang (bongkok). Ia cacat sudah lama, waktu ia usia 9 tahun karena dipukul oleh temannya waktu bermain di sekolah sore hari. Sekarang ia tinggal di Jakarta dan sukses di sana menjadi orang kaya dan pejabat yang baik hatii, dan tidak sombong. dia bilang jika ingin main, main saja ke rumahnya, sekarang ia menjadi orang yang terkenal, semua orang mengenalnya, kini ia telah sukses, semua cita-citanya telah terkabul. ia menjadi bahagia. sering masuk Tv, kemana-mana selalu diwawancarai, orang-orang mau poto bersamanya. 

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours