Puisi Galau dan Pecundang Nasib Seorang Sarjana

Anda pernah mengalami kegalauan atau kekecewaan yang disebabkan oleh teman dekat anda atau adik angkat anda atau pacar anda, serta siapa saja? Mungkin pernah bukan? Lalu, apakah yang anda lakukan apabila anda mengalami kegalauan atau kesedihan tersebut? Apakah anda pergi ke pantai atau ke gunung, dan “teriak” sekuat-kuatnya agar pecah tenggorokanmu atau pecah itu langit. Atau mungkin anda Akan mengambil secarik kertas dan bulpoin untuk menuliskan suara hati dengan merangkai kata demi kata menjadi untaian kalimat yang indah? Jika anda belum membuatnya, di sini kami selaku penulis akan membuat satu puisi yang berjudul    “Puisi Galau dan Pecundang Nasib Seorang Sarjana Kacang Hijau Dan Kacang Tanah”. Selamat menikmati.....................................

Nasib Seorang Sarjana

Begini nasib jadi sarjana
Ke mana-mana mencari kerja
Tiada yang mau nerima
Hati susah
Hati resah
Kapan hepy

Hidup menghampiri senja
Sedangkan bekal belum tentu cukup untuk dibawa
Ternyata jadi sarjana juga susah
Apalagi tidak menjadi sarjana

Kalau melamar kerja orang akan tanya
Kamu lulusan apa
Bukan ditanya
Kamu bisa apa

Memang sudah nasib badan
Karena diri bukan kacang hijau
Karena diriku hanyalah kacang tanah
Kacang tanah selalu di bawah

Nah, itulah bait demi bait dari sebuah Puisi Galau dan Pecundang Nasib Seorang Sarjana. Apakah anda mengetahui maksud dari isi puisi tersebut? Jika anda tidak mengetahinya, silakan beri comen  jika berminat.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours