Puisi Galauku Hilang Bagaikan Debu Lagi-lagi galau, lagi-lagi sedih, lagi-lagi pilu, lagi-lagi sakit hati, lagi-lagi kecewa, lagi-lagi nangis. Entah apa lagi setelah


Valentine yang Galau
Puisi Galauku Hilang Bagaikan Debu
Lagi-lagi galau, lagi-lagi sedih, lagi-lagi pilu, lagi-lagi sakit hati, lagi-lagi kecewa, lagi-lagi nangis. Entah apa lagi setelah ini? Mungkin tinggal menunggu yang namanya “mati”. Memang aku bukan siapa-siapa, aku hanya parasit atau benalu dikehidupanmu. Mungkin semua ini memang sudah suratanku, mungkin semua ini memang sudah garis hidupku, mungkin semua ini sudah jalan hidupku, mungkin semua ini sudah tulisan hidupku, mungkin semua ini sudah tercatat di dalam lauhmahfuznya Allah. Atau mungkin semua ini hanyalah sebuah sandiwara saja, mungkin juga semua ini sudah diatur oleh sutradara, mungkin saja.

Ini puisinya gan, selamat membaca;

Hilang Bagaikan Debu

Entah apa lagi nak kukata kini
Seolah-olah kini aku sudah kehabisan kata-kata
Apa yang harus kuperbuat lagi
Apa yang harus kulakukan lagi buatmu

Sejak lima tahun lalu
Hingga sekarang ini
Apapun yang kau mau
Apapun yang kau inginkan
Apapun yang kau pinta
Apapun yang kau suruh
Aku lakukan
Aku kerjakan
Aku tunaikan
Aku penuhi
Semuanya
Hingga tiada lagi yang tersisa dalam hidupku

Namun akankah semuanya milikku
Apakah semuanya akan kembali berbalik
Mungkin semua itu hanya mimpi saja
Semua itu tidak mungkin

Yang pasti adalah
Semuanya akan hilang bagaikan debu
Aku tinggal gigit jari
Aku tinggal sedih dan galau lagi

Sedangkan aku
Terbuang dan tercampakkan

Wah, sedih banget ya, ya begitulah ceritanya yang dapat penulis tuliskan. Semoga bermanfaat buat kita semua, selamat membaca.........................

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours