BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu tugas penting guru dalam memproses pembelajaran siswa. Proses belajar mengajar perlu direncanakan agar dalam pelaksanaannya pembelajaran berlangsung dengan baik dan dapat mencapai hasil yang diharapkan Setiap perencanaan selalu berkenaan dengan pemikiran tentang apa yang akan dilakukan.
Karena dengan perencanaan itu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik, karena ia dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas, mantap dan fleksibel. Karena membuat perencanaan yang baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan rencana pembelajaran secara jelas dan tegas. Oleh karena itu, melalui tulisan yang sederhana ini akan dikemukakan secara singkat tentang apa saja yang  berkaitan dengan perencanaan pembelajaran matematika.
B.       Rumusan Masalah
Adapun masalah yang dibahas di dalam makalah ini yaitu membahas
1.    Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Pembelajaran Matematika
2.    Apa sajakah manfaat dan fungsi perencanaan pembelajaran matematika
3.    Kriteria dan Langkah-langkah apa saja yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan pembelajaran
4.    Apa saja masalah-masalah pokok dalam perencanaan pembelajaran
C.       Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Perencanaan Pembelajaran
Matematika
2.      Untuk mengetahui apa manfaat dan fungsi perencanaan pembelajaran Untuk mengetahui kriteria dan langkah-langkah dalam perencanaan pembelajaran
3.      Untuk mengetahui masalah-masalah pokok dalam perencanaan pembelajaran   .

BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian Perencanaan Pembelajaran Matematika
Berdasarkan  terminologi, terdiri perencanaan pembelajaran terdiri dari dua kata yaitu perencanaan dan pembelajaran. Perencanaan berasal dari kata rencana yang artinya pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan. perencanaan adalah awal dari semua proses suatu pelaksanaan kegiatan yang bersifat rasional.
 Beberapa pendapat mendefinisikan perencanaan sebagai berikut:
1.    Ely (1979), perencanaan pada dasarnya suatu proses dan cara berfikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan.
2.    Kaufman (1972), perencanaan sebagai suatu proses untuk menetapkan “ke mana harus pergi” dan bagaimana untuk sampai ke “tempat” itu dengan cara yang paling efektif dan efisien.
3.    Terry (1993), perencanaan pada dasarnya adalah penetapan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dari pendapat di atas, maka terdapat empat unsur yang harus dimiliki pada setiap perencanaan;
1.      Adanya tujuan yang harus dicapai.
2.      Adanya strategi untuk mencapai tujuan.
3.      Sumber daya yang dapat mendukung.
4.      Implementasi setiap keputusan.
Sedangkan pembelajaran diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut)  ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar.Berikut pengertian pembelajaran, menurut para ahli:
1.    UU No. 20 Tahun 2003 (dalam Sagala 2006:62) “ pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
2.    Slamet PH (2003) “Pembelajaran merupakan upaya sistematis dari lembaga tertentu untuk membawa peserta didik menguasai kompetensi tertentu.
3.    Darsono Max (2000:24) “Pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahwa pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuan.
Dari definisi para ahli di atas, maka pembelajaran adalah proses kerja sama antara guru dengan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada. Jadi dapat disimpulkan perencanaan pembelajaran adalah proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yakni perubahan perilaku serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada. Sedangkan perencanaan pembelajaram matematika adalah proses komunikasi antara guru dengan siswa melalui interaksi belajar mengajar sehingga terjadi perubahan sikap dan pola pikir siswa.
Matematika itu sendiri mengandung banyak pengertian seperti yang diungkapkan oleh Soedjadi (2000:11) sebagai berikut:
1.    Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara   sistematis
2.    Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulus.
3.    Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logika dan berhubungan  dengan bilangan
4.    Matematika adalah pengetahuan tentang faktor-faktor kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk.
5.    Matematika adalah pengetahuan tentang struktur yang logis
6.    Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
Menurut Depdiknas (dalam Yulistina: 2010) mengemukakan tujuan pembelajaran matematika adalah sebagai berikut :
1.     Matematika sebagai cara komunikasi
2.    Matematika sebagai cara berfikir nalar
3.    Matematika sebagai alat memecahkan masalah
Untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika tersebut, siswa  harus balajar secara aktif untuk memaksimalkan kemampuan yang dimilkinya.        
Karakteristik Perencanaan Pembelajaran Matematika;
1.    Merupakan hasil dari proses berpikir.
2.    Disusun untuk mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
3.    Berisi tentang rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan.
B.       Pentingan Perencaanaan Pembelajaran Matematika
Mengapa Perencanaan Pembelajaran matematika  Dibutuhkan? Karena Pembelajaran merupakan proses yang kompleks dan tidak sederhana. Proses pembelajaran memerlukan pemikiran yang matang, sehingga dibutuhkannya suatu perencanaan agar dapat berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pembelajaran.
C.       Manfaat dan Fungsi Perencanaan Pembelajaran Matematika
1.      Manfaat Perencanaan
Ada beberapa manfaat yang dapat kita petik dari penyusunan perencanaan pembelajaran matematika:
a.         Kita akan terhindar dari keberhasilan yang bersifat untung - untungan, yakni melalui adanya proses perencanaan yang matang
b.         Sebagai alat untuk memecahkan masalah
c.         Untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar secara tepat
d.         Perencanaan akan membuat pembelajaran berlangsung secara sistematis
2.      Fungsi Perencanaan
Beberapa  fungsi perencanaan pembelajaran matematika, diantaranya:
a.         Fungsi kreatif
Pembelajran dengan mengunnakan perencanaan yang matang, maka guru dapat memberikan secara kreatif sehingga selalu memperbaiki berbagai kelemahan dan menemukan hal-hal baru
b.         Fungsi inovatif
Suatu inovasi akan muncul jika ditemukan berbagai kelemahan dan kesenjangan antara harapan dan kenyataan
c.         Fungsi selektif
Melalui proses perencanaan kita dapat menyeleksi strategi mana yang lebih efektifdan efisien untuk dikembangkan.
d.         Fungsi komunikatif
Dokuman perencanaan yang dibuat harus dapat mengkomunikasikan kepada semua orang baik tentang tujuan dan hasil yang ingin dicapai, strategi dan rangkaian kegiatan yang dapat dilakukan
e.         Fungsi prediktif
Perencanaan yang disusun secara benar dan akurat , maka dapat memprediksikan berbagai kesulitan yang akan terjadi
f.           Fungsi akurasi
Melalui fungsi ini, guru dapat melakukan pembatasan tentang materi-materi apa yang cukup penting untuk disampaikan  dan yang tidak perlu disampaikan
g.         Fungsi pencapaian tujuan
Pembelajran tujuan utamanya bukan hanya menympaikan materi, akan tetepi membentuk manusia secara utuh.
h.         Fungsi kontrol
Melalui fungsi ini guru dapat menentukan sejauh mana materi pelajaran telah dapat diserap oleh siswa, dan sekaligus memnerikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran selanjutnya.
D.       Kriteria Penyusunan Perencanaan Pembelajaran
Untuk  menghasilakan perencanaan pembelajaran yang baik, tentunya harus memenuhi kreteria tertentu, dan beberapa nilai yang dapat dijadikan sebagai kriteria penyusunan perencanaan, diantaranya:
1.    Signifikansi
Signifikansi artinya kebermaknaan, ini berarti bahwa perencanaan pembelajaran hendaknya bermakna agar proses pembelajaran berjalan secara eektif san efesien.
2.    Relevan
Relevan artinya kesesuaian . ini berarti bahwa perencanaan yang dibuat mempunyai kesesuaian baik internal maupun eksternal.
3.    Kepastian
Nilai kepastian ini bermakna bahwa perencanaan pembelajaran yang dibuat hendaknya tidak lagi mengundang sekian banyak alternatif yang dapat dipilih, akan tetapi sudah selesai dan mengandung langkah-langkah pasti secara sistematis.
4.    Adaptabilitas
Maksudnya bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun harus adaptif artinya dapat diimplementasikan dalam berbagai keadaan dan berbagai kondisi.
5.    Kesederhanaan
Bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun mudah dipahami dan mudah diimplementasi, sehingga berfungsi dengan baik sebagai pedoman untuk guru dalam perencanaan pembelajara di kelas
6.    Prediktif
Bahwa perencanaan yang baik harus memiliki kemampuan prediksi yang kuat, sehingga dapatmengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi sehinggga memudahkan guru untuk mengantisipasinya.             
E.        Langkah-Langkah Penyusunan Perencanaan Pembelajaran
1.      Merumuskan tujuan khusus
Rumus tujuan khusus dibagi menjadi beberapa diantaranya:
a.    Domain kognitif
Berkaitan dengan pengembangan aspek intelektual siswa, melalui peguasaan pengetahuan dan informasi
b.    Sikap dan apresiasi
Berkaitan dengan penerimaan dan apresasi seseorang terhadap sesuatu hal
c.    Keterampilan dan penampilan
Berkaitan dengan kemampuan sesorang yang dapat dilihat dari  unjuk kerja dan kemampuan motoriknya.
2.      Pengalaman belajar
Pengalaman belajar yang disusun guru hendaknya mengacu kepada pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3.      Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar dapat dirancang melalui pendekatan kelompok maupun individu.
4.      Orang - orang yang terlibat
Orang-orrang yang terlibat di dalam penyususnan perencanaan pembelajaran adalah guru dan tenaga profesional.
5.      Bahan dan alat
Pemilihan bahan dan alat harus disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan.
6.      Fasilitas Fisik
Fasilitas fisik melalui ruang kelas, pusat media, laboratorium, atau ruang kelsa berukuran besar.
7.      Perencanaan evaluasi dan pengembangan
Melalui evaluasi dapat ketahui kelemahan-kelemahan dalam perencanaan pembelajaran, yakni mengenai isi pelajaran, prosedur pembelajaran, serta bahan-bahan pembelajaran yang digunakan.
F.         Masalah-Masalah Pokok dalam Perencanaan Pembelajaran
Dalam menyusun suatu perencanaan pengajaran terdapat beberapa permasalahan pokok yang harus diperhatikan dan dicarikan solusi bagaimana pemecahannya.
1.      Masalah Arah dan Tujuan
Masalah yang sering terjadi adalah rumusan yang dibuat oleh guru terlalu luas dan tidak operasional, sehingga sulit diukur dan diobservasi yang berakibat tujuan pengajaran tidak dapat dipahami oleh siswa. Sehingga siswa lebih banyak menduga tujuan pengajaran yang hendak dicapai dalam pengajaran.
2.      Masalah Evaluasi
Permasalahan yang muncul adalah: prosedur evaluasi tidak dikenal siswa yang berakibat evaluasi yang dilaksanakan tidak adil dan tidak memuaskan siswa, rumusan instrumen penilaian tidak jelas; memiliki banyak makna sehingga mengaburkan alternatif jawaban yang seharusnya dijawab, alat penilaian dibuat kurang atau tidak memenuhi syarat validitas dengan tingkat reliabilitas rendah, instrumen evaluasi yang dibuat dengan tingkat kesukaran khususnya intsrumen penilaian dalam bentuk tes, kurang merata dan tingkat daya pembeda soal kurang baik yang tidak dapat membedakan mana siswa yang pintar dan mana siswa yang kurang pintar.
3.       Masalah Isi dan Urutan Materi Pelajaran
Masalah yang muncul diantaranya adalah: Bagaimana memilah dan memilih materi pelajaran yang harus didahulukan penyajiannya secara runtun, logis dan sistematis. Dan materi yang disajikan tidak serasi dan tidak terorganisasi dengan baik, akibatnya terjadi kegagalan dalam menyampaikan uraian materi pelajaran.
4.      Masalah Metode
Terjadi karena guru kurang atau tidak tepat sasaran dalam pemilihan metode yang diinginkan, bersifat menoton dan tidak sesuai dengan tujuan, strategi, model serta pendekatan pengajaran yang digunakan.
5.      Hambatan-Hambatan
Hambatan-hambatan dalam perencanaan pengajaran bisa datang dari siswa (kurang mampu mengikuti pelajaran, memiliki perbedaan individual), dari guru (kurang berminat mengajar), faktor institusional (terbatasnya ruang kelas, laboratorium, serta alat-alat peraga)

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik simpulan sebagai berikut. Perencanaan Pembelajaran harus memiliki 4 unsur Yaitu :
1.      Adanya tujuan yang harus dicapai.
2.      Adanya strategi untuk mencapai tujuan.
3.      Sumber daya yang dapat mendukung.
4.      Implementasi setiap keputusan
Kita juga dapat mengetahui manfaat dan fungsi , kreteria , langkah-langkah dalam perencanaan pembelajaran matematika dan masalah-masalah pokok dalam perencanaan pembelajaran tersebut.
B.     Saran
Kami meyarankan kepada para pembaca agar bisa mencermati isi makalah ini dengan cermat dan teliti agar dapat memahami maksud dari pada penyusun. Selain itu kami juga menyarankan kepada para guru supaya bisa mengaplikasikan isi dari pada makalah ini dalam proses belajar mengajar di kelas.

DAFTAR PUSTAKA


Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours