Senin, 28 September 2015

Tahun Baru Masehi Ajang Pecah Perawan 2016


Tahun Baru Masehi Ajang Pecah Perawan 2016
Tahun Baru
Tahun baru merupakan acara yang tidak akan pernah ditinggalkan oleh semua manusia yang ada dibelahan dunia ini. Acara tahun baru sepertinya sudah berakar dihati nurani mereka. Diseluruh belahan dunia telah melaksanakan berbagai acara demi memeriahkan tahun baru ini. Baik dari pedesaan hingga metropolitan merayakan pesta tahun baru. Acara tahun baru tersebut seolah-olah memperingati hari besar suatu agama, misalnya hari raya “natal” atau hari raya “idul fitri” bagi umat Islam. Namun yang hebatnya diacara tahun baru ini, semua agama, semua negara melaksanakan pergantian tahun. Jika perayaan agama seperti di atas, hanya agama itulah yang merayakannya, sedangkan agama yang lain hanya ikut berpartisifasi saja.

Berbagai kegiatan atau acara dipoles seindah dan semenarik mungkin agar acara tahun baru berkesan selamanya dihati mereka. Kembang api dan mercun sudah disiapkan, lagu-lagu yang bagus, bitbox, speker atau salon juga sudah disiapkan, artis didatangkan, pantai-pantai, cape-cape, hotel, apa saja semuanya sudah siap untuk menerima pengunjung tahun baru.

Namun, apakah kita sadar, secara tidak senaja atau segaja bahwa “tahun baru masehi merupakan ajang pecah perawan” (maaf jika menyinggung, ini hanya berdasarkan pantauan penulis saja dan beberapa informasi yang kami dapat dari narasumber yang dapat kami percaya).

Para pemuda yang masih sekolah (SD, SMP, SMA) pesta tahun baru. Jika mereka tidak bisa keluar ketempat-tempat yang mahal, mereka melaksanakan kegiatan tahun baru di depan rumah mereka dengan membuat pondok 3x4 atau berapalah, dihiasi dengan daun pohon kelapa, ditutup rapat, dan didalamnya ada tip atau DVD/CD buat ngedance nanti malam, serta minuman yang mudah didapat. Jika semuanya sudah larut dalam mabuk dan dance, serta keadaan malam yang dingin, laki-laki dan perempuan satu pondok, atau keluar malam bersama pacar, atau apa lagi namanya, hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi.

Menurut saya “tahun baru masehi ajang pecah perawan”, ada lagi yang lainnya tu, yaitu malam “valentin”, itu sama juga. Budaya “asing” masuk, kita tukang makan, kita juga yang enak.................................................................................. menikmati semua itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...