Rabu, 19 Agustus 2015

Wanita Sawah Bagi Laki Laki?


Wanita adalah perempuan yang sudah dewasa, sedangkan perempuan adalah orang yang bisa hamil, melahirkan anak, dan menyusui. Sedangkan yang dimaksudkan dengan perawan adalah gadis yang belum nikah (dalam arti kiasan belum digarap (diusik-usik) dijamah, tentang hutan rimbanya (vagina).

Perempuan atau wanita adalah perhiasan yang paling indah, sedangkan yang paling indah lagi adalah istri yang sholeha. Setiap keindahan di alam dunia, hanya istri yang sholeha, istri yang sholeha. Hanya istri yang beriman bisa dijadikan teman, setiap kesusahan selalu jadi hiburan, dari hidup sampai mati lagi. Sekarang amat susah untuk mencari istri yang sholeha, semua terjadi (menjadi istri) karena kecelakaan. Ada yang satu bulan hingga sembilan bulan, hari ini nikah, satu minggu kemudian melahirkan. 

Memang pantas kali ya, bahwa perempuan itu sawah bagi laki-laki yang harus digarap dan ditanami. Lihatlah atau bacalah firman Allah swt dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 223 yang artinya “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman” (QS. Al Baqarah: 223).

Berdasarkan ayat di atas, jelaslah sudah bahwa wanita itu lading atau sawah bagi laki-laki yang harus ditanami, terserah kita (laki-laki) mau menanam apa, bibit apa, jenis apa, berapa banyak dan berapa lama. Semua itu hak kita (laki-laki), akan tetapi perhatikan pula terjemahan yang lain. Maksudnya adalah sebaik-baiknya, sebagus-bagusnya, agar hasilnya juga baik dan bagus. Kita menanamkan akan mendapatkan hasil yang bagus, bukan hasil yang jelek, jika menanamnya pada saat belum waktunya, maka hasilnya juga jelek (kurang bagus atau baik). Maka jika ingin menana bibit itu lihat waktu dan kondisinya, dan usia bibit yang harus kita tanam, dan lahan yang harus kita garap.

Coba, jika lahan kita masih belum siap, jika kita tanami, apa yang akan terjadi, bagaimana dengan hasilnya, apakah tahan lama atau tidak? Ya begitu jugalah dengan “wanita” ladangnya laki-laki. Saya tidak terlalu banyak untuk berurai atau memberikan kiasan-kiasan yang lain, atau contoh-contoh saat ini, pemirsa sajalah yang akan menguraikannya, saya hanya ingin berbagi dan mengatakan hal yang sebenarnya. “tolong tanami sawah anda dengan hal yang patut yang sudah di atur oleh Sang Pencipta (ALLAH SWT).

Coba kita lihat, siapa yang mengatur kita jika kita ingin bercocok tanam (padi)? Yang pastinya Petugas PPL-kan yang memberikan arahan, kapan mau menabur bibit, kapan harus menabur benih, kapan untuk mulai menanam padi, kapan untuk memupuk padi yang sesuai, pupuk apa yang cocok, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...