Setelah adik-adik siaga, penggalang, penegak, dan kakak pandega serta pembina membaca pantun pramuka edisi ketujuh, kali ini akan penulis suguhkan pantun pramuka edisi kedelapan, yang terdiri dari empat bait pula.

Mudah-mudahan setelah membaca pantun Pengakap (bahasa Malaysia)  atau Pramuka (dalam bahasa Indonesia) yang pertama dan berikutnya, adik-adik siaga, penggalang, penegak, dan kakak pandega serta pembina di manapun berada (di dunia maya, Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura, dan lain-lainnya) menyukai isi dari pantun pramuka atau pengakap tersebut. Mari dilanjutkan untuk membaca pantun pramuka atau pengakap yang edisi terbaru (berikutnya).

Inilah bait-baitnya:
Beras dan antah telah dipilih 
Disimpan kakak di bawah bangku
Kuatkanlah jiwamu yang telah lemah
Agar tumbuh semangat pahlawan di dadamu

Sudah keliling negeri aku mencari
Di sana-sini kucari tabib  
Tumbuhkanlah dijiwa kami
Disiplin dan teta tertib 

Ternyata timbul buah kelapa tua
Tempurung kelapa di dalam gua
Kelapanya terapung di dalam telaga
Mari kita suka-suka, agar mereka slalu riang dan gembira

Kainlah batik dari Jawa
Tapi sayang mahal harganya
Tunas Kelapa lambang pramuka  
Cikal-bakal sinonimnya   

Karya: Sugianto, S.Pd.I
Nah, adik-adikku yang cantik dan ganteng-ganteng, kalian sudah membacakan pantun yang ke delapan ini. Mudah-mudahan kalian juga menyukai isinya sebagaimana pantun-pantun yang terdahulu. Penulis menyadari bahwa penulis bukanlah seorang sastrawan, atau seorang pujangga. Penulis hanya ingin menyampaikan isi dari buku Kak Sugianto, S.Pd.I yang hanya disimpannya di bawah tempat tidurnya.
Penulis harapkan kepada pembina-pembina yang ada diseluruh Indonesia, dan Rumpun Melayu menjadi pembina yang lebih baik lagi dari yang sekarang. Semoga bermanfaat.....


Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours