Setelah adik-adik siaga, penggalang, penegak, dan kakak pandega serta pembina membaca pantun pramuka edisi keenam, kali ini akan penulis suguhkan pantun pramuka edisi ketujuh, yang terdiri dari empat bait pula.

Mudah-mudahan setelah membaca pantun Pengakap (bahasa Malaysia)  atau Pramuka (dalam bahasa Indonesia) yang pertama dan berikutnya, adik-adik siaga, penggalang, penegak, dan kakak pandega serta pembina di manapun berada (di dunia maya, Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura, dan lain-lainnya) menyukai isi dari pantun pramuka atau pengakap tersebut. Mari dilanjutkan untuk membaca pantun pramuka atau pengakap yang edisi terbaru (berikutnya).

Inilah bait-baitnya:

Tidak usah engkau bermimpi 
Ingin memetik rembulan di angkasa
Hujan dan ribu kami tidak perduli
Pramuka tetap melanjutkan acara

Sabut kelapa sangatlah berguna
Untuklah orang membuat sofa
Ayo kawan ikut pramuka  
Agar kita smua berjiwa ksatria

Sungguh indah bunga kamboja  
Sudahlah indah harum baunya 
Jangan engkau masuk paramuka 
Kalau di hati bagai terpaksa

Pisang ambon dibawa berlayar 
Masak sebiji dimakan papa
Jangan takut jangan gentar 
Masuk pramuka bersemangat waja

Karya: Sugianto, S.Pd.I
Nah, adik-adikku yang cantik dan ganteng-ganteng, kalian sudah membacakan pantun yang ke tujuh ini. Mudah-mudahan kalian juga menyukai isinya sebagaimana pantun-pantun yang terdahulu. Penulis menyadari bahwa penulis bukanlah seorang sastrawan, atau seorang pujangga. Penulis hanya ingin menyampaikan isi dari buku Kak Sugianto, S.Pd.I yang hanya disimpannya di bawah tempat tidurnya.
Penulis harapkan kepada pembina-pembina yang ada diseluruh Indonesia, dan Rumpun Melayu menjadi pembina yang lebih baik lagi dari yang sekarang. Semoga bermanfaat.....

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours