Sholat adalah tiang agama, barang siapa yang tidak sholat, berarti ia telah merobihkan tiang agama. Maka dirikanlah sholat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dengan sholat kita akan terlepas dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Quran surah Al 'Ankabuut ayat 45 yang artinya “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-‘Ankabuut: 45). 

Kemudian timbul pertanyaan mengapa sholat itu berat? Sholat itu berat karena kita tidak khusuk untuk melakukannya, kita masih mementingkan urusan dunia, lihat saja, ketika kita sholat, kita teringat akan sesuatu, misalnya pakaian belum diangkat atau dicuci, PR rumah atau tugas kuliah, pekerjaan kantor, pacar, selingkuhan, menyusun strategi, dan banyak lagi yang lainnya. Allah telah banyak memerintahkan atau memperingatkan kepada manusia mengenai hal ibadah, contoh-contoh orang terdahulu yang mendapat azab, karena tidak sholat dan lain sebagainya. Sebagaimana firman Allah swt dalam surah Al Kahfi ayat 54 yang artinya “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (QS. Al-Kahfi: 54).

Sholat itu terasa berat karena kita tidak ikhlas untuk mengerjakannya, seolah-olah sholat itu menjadi “beban” bagi kita. Coba jika sholat itu dijadikan sebagai “kebutuhan” seperti layaknya kita makan dan minum. Insya Allah sholat itu mudah dan nyaman serta khusuk. Jadi tidak ada lagi perkataan yang akan kita dengan bahwa “sholat itu berat”.
 
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours