Manusia adalah suatu makhluk yang mempunyai akal pikiran dan budi. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna Tuhan ciotakan di dunia ini karena manusia mempunyai akal dan pikiran. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Quran surah At-Tiin ayat 4 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” QS. At-Tiin: 4). Kemudian setelah itu jika manusia telah melanggar apa yang diperintahkan oleh Allah dengan menuruti hawa nafsunya (berbuat kejahatan zina dan lain-lainnya), maka Allah akan mengembalikan ia ke tempat atau pada derajat yang paling rendah-serendahnya. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Quran surah At-Tiin ayat 5 yang artinya “kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)” (QS. At-Tiin: 5).

Sekarang ini, pertumbuhan manusia semakin banyak. Penduduk semakin bertambah, bumi semakin padat, sedangkan SDA semakin berkurang. Dengan semakin bertambahnya manusia di bumi ini, kemana lagi kita akan mengungsi jika bumi ini tidak cukup untuk menampung banyaknya manusia yang hidup dan yang mati. Lahan untuk mengebumikan manusia saja sudah lumayan susah, apalagi hidup di Jakarta, dan pada wilayah yang penduduknya padat.

Ambil contoh misalnya, Singapura negara kecil, tanahnya sedikit, yang hidup yang mati semakin bertambah, bagaimana mereka bisa bertahan dengan kondisi tanahnya yang sedikit? Caranya gampang, makanya mereka penduduk Singapura ada di negera mana saja. Sebagai penduduk WNA negara lain. Sewaktu-waktu mereka dapat pulang, nanti mereka mati, akan ditanam di negara tersebut, duit mereka kan banyak. Itu adalah sebuah contoh.

Lalu bagaimana keadaan manusia pada tahun 6578 Masehi atau 6000 Hijriah. Keadaan manusia saat itu kacau sekali, penduduk atau masyarakat selalu berbuat dosa, maksiat meraja lela, mereka bertelanjang, berbugil ria, tidak ada lagi rasa malu pada mereka, ketika mereka ingin melakukan sex, mereka akan melakukannya di tempat umum. Seolah-olah mereka tidak dilihat oleh orang lain. Yang pastinya keadaan manusia saat itu “kacau”.

Keadaan yang sedemikian itu, akan dibentulkan oleh Allah, Allah akan menurunkan Imam Mahdi, kemudian Nabi Isa, untuk melawan Dajjal. Keadaan manusia kembali aman, baik, sejahtera, kembali kepada jalan Allah, tidak ada lagi pencurian, perampokan, pemerkosaan, sek bebas, pendek cerita “aman sentosa”. Namun, setelah semuanya berakhir, Nabi Isa dan Imam Mahdi wafat, maka kelakuan umat kembali seperti jaman Jahiliyah, dan lebih parah lagi dari jaman jahiliyah. Bertahun-tahun mereka berbuat seperti itu. Orang-orang yang berpegang dengan tali Allah, diam di masjid selalu berzikir dan beriktikaf melaksanakan segala perintah Allah swt.

Singkat cerita, Tidak lama kemudian, kiamat pun datang (kiamat besar), keadaan manusia pada saat itu adalah seperti anai-anai yang bertaburan, seorang ibu lupa kepada anaknya. Masing-masing ingin menyelamatkan nyawanya. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Quran surah Al Qaari´ah ayat 4 yang artinya “Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran”. 
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours