Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurnan dari makhluk yang lainnya. Itulah keistimewaan manusia ketimbang makhluk yang lainnya. Perhatikan firman Allah swt. dalam Al-Quran surah At-Tiin ayat 4 yang artinya “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-Tiin: 4). Kemudian jika manusia itu melakukan kesalahan atau dosa, maka Allah akan mengembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, yaitu neraka. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Quran surah At-Tiin ayat 5 yang artinya “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)” (QS. At-Tiin: 5).

Keterangan dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.95:5 mengandung arti ke tingkat pikun (seperti bayi lagi). Oleh karena itu Rasulullah saw. ditanya tentang (kedudukan) orang yang telah pikun itu. Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (S.95:6) yang menegaskan bahwa mereka yang beriman dan beramal shalih sebelum pikun akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-'ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas).

Mengenai pertanyaan di atas, akan kita buktikan dengan firman Allah swt dalam Al-Quran surah Al-Mu’min ayat 67 yang artinya “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).

Lihat pula firman Allah swt dalam Al-Quran surah An-Najm ayat 45-47 yang artinya “dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. dari air mani, apabila dipancarkan. Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati)” (QS. An-Najm: 45-47).

Dan banyak lagi ayat-ayat yang lain yang menerangkan bahwa manusia berasal dari air mani. Seperti firman Allah swt dalam surah Abasa’ ayat 17-20 yang artinya “binasalah manusia; Alangkah Amat sangat kekafirannya? dari Apakah Allah menciptakannya? dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya*. kemudian Dia memudahkan jalannya** (QS. Abasa’: 17-20).
Keterangan* Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya.
Keterangan** Memudahkan jalan Maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours