Setelah adik-adik siaga, penggalang, penegak, dan kakak pandega serta pembina membaca pantun pramuka edisi keempat, kali ini akan penulis suguhkan pantun paramuka edisi kelima, yang terdiri dari empat bait pula.

Mudah-mudahan setelah membaca pantun Pramuka yang pertama dan berikutnya, pemirsa di dunia maya khususnya adik-adik pramuka, menyukai isi dari pantun pramuka tersebut. Mari dilanjutkan untuk membaca pantun pramuka yang edisi berikutnya.

Inilah bait-baitnya:

Kayu dipikul di atas bahu
Kayu diambil di dalam kebun
Ayu pramuka ambillah kayu  
Mari kita buat api unggun  

Tunas kelapa sudah tumbuh    
Ditanam nenek ditepi telaga
Pramuka itu haruslah tabah
Jangan lupa pada Yang Maha Kuasa

Masak sebiji buah pepaya
Telah disimpan di atas para
Andaikan kami telah berjaya
Itulah rahmat dari Yang Maha Esa

Emas terjatuh di tepi rawa
Ambillah besi untuk mencari
Apabila kami tidak berjaya
Jangan dihina ataupun dicaci   

Karya: Sugianto, S.Pd.I

Nah, adik-adikku yang cantik dan ganteng-ganteng, kalian sudah membacakan pantun yang ke lima ini. Mudah-mudahan kalian juga menyukai isinya sebagaimana pantun-pantun yang terdahulu. Penulis menyadari bahwa penulis bukanlah seorang sastrawan, atau seorang pujangga. Penulis hanya ingin menyampaikan isi dari buku Kak Sugianto, S.Pd.i yang hanya disimpannya di bawah tempat tidurnya, yang sudah dimakan oleh kutu buku (gag-gat).

Penulis harapkan kepada pembina-pembina yang ada diseluruh Indonesia, menjadi pembina yang lebih baik lagi dari yang sekarang. Semoga bermanfaat.....
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours