Dalam ajaran agama Islam, ada beberapa hukum mengenai puasa, diantaranya puasa wajib, puasa sunat, puasa haram, dan puasa makruh. Puasa wajib yaitu pelaksanaannya yang dilakukan pada bulan Ramadhan saja, sedangkan puasa sunat terbagi lagi, yaitu puasa Senin-Kamis, puasa 6 hari di bulan Syawal, puasa 3 hari pada setiap bulan Islam  (hijriah) yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 hari bulan hijriah, dan banyak lagi puasa yang lainnya, termasuk puasa pada bulan Muharram.

Puasa pada bulan Muharram ini dilaksanakan pada tanggal 10 hari bulan Hijriah, berarti pada hari kesepuluh. Pada hari Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram. Puasa pada hari Asyura ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “puasa hari Asyura itu menghapus dosa satu tahun yang telah lalu”.

Disunatkan pula berpuasapada tanggal 9 Muharram yang disebut hari Tasu’a (sehari sebelum hari Asyura). Hal ini didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang artinya “Andaikan aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku berpuasa pada hari kesembilan”. Namun, Allah menghendaki lain, beliau (Nabi Muhammad saw.) tidak sempat untuk melakukan puasa sunat tersebut, karena beliau keburu wafat (dipanggil oleh Allah swt. ke sisinya).

Bagi yang menghendaki tidak ada larangan baginya untuk berpuasa, dan jika tidak mau berpuasa, maka boleh meninggalkannya. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Muawwiyah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “Sesungguhnya pada hari Asyura’ ini Allah tidak mewajibkan kalian berpuasa. Barang siapa menghendaki, maka diperbolehkan baginya berpuasa, dan barang siapa yang tidak menghendaki, maka diperbolehkan berbuka (tidak berpuasa)”. 
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours