Beberapa bulan yang lalu, ada seorang Guru Pendidikan Agama Islam bercerita kepada penulis. Sebut saja namanya Sugianto, S.Pd.I, ia mengajar pada salah


Apakah ada Cara Menipu Tuhan???
Stop Menipu
Cara Menipu Tuhan

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang Guru Pendidikan Agama Islam bercerita kepada penulis. Sebut saja namanya Sugianto, S.Pd.I, ia mengajar pada salah satu SMA Negeri yang ada di Kota Singkawang Kalimantan Barat. Ketika ia mengajar, banyak pula pertanyaan-pertanyaan yang aneh terlontardari mulut siswa-siswanya, maklum ia adalah Guru baru di SMA Negeri tersebut. Apalagi ia hanya seorang guru honorer. Oleh sebab itu anak-anak pada mau ngerjain dia.

Satu pertanyaan yang paling ia ingat adalah “Pak, maaf saya mau tanya, apakah ada cara untuk menipu Tuhan (Allah)?” tanya siswa tersebut. Pak Sugianto, S.Pd.I, hanya tersenyum mendengar pertanyaan siswanya, lalu ia menjawab. “Bagus sekali pertanyaanmu, siapa namamu?” Pak Sugianto, S.Pd.I balik bertanya. “Andre, Pak”, jawab siswa itu singkat. “Bagus, aplos buat Andre”, kata Pak Sugianto, S.Pd.I menyemangati siswanya. Sekedar memotivasi yang lain agar lebih kreatif dan berani lagi.

“ada yang tau jawabannya, apakah ada cara untuk menipu Than?” tanya Pak Sugianto, S.Pd.I melemparkan pertanyaan kepada siswa-siswanya. “Kami tidak tahulah Pak, makanya kami bertanya kepada Bapak”, jawab Andre. Teman-temannya yang lain pada bersorak. “Hooooouuu....” ayo Pak, apa jawabnya, tidak bisa ya....?” kata salah seorang siswa.

“Bisa...Kok, Tuhan itu bisa di tipu...”
“Masa’ sih Pak? Bagaimana? Mustahil, Tuhankan Maha Tahu, Pak...mengapa Ia bisa ditipu?”, tanya siswa cewek yang cantik sekali.

“Tuhan (Allah) bisa ditipu dengan “do’a”,
“Bagaimana caranya, Pak”, tanya muridnya pengen tahu.
“Dengan merayu-Nya melalui pujian dan do’a”, kata gurunya.
“Tolong ajarkan do’a itu Pak”, kata siswa-siswanya serentak.
“Do’a itu adalah; Ilahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa’alan naril jahimi, fahabli taubatan waqhfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil ‘adhimi”

Artinya “wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar”.

Nah, itulah cerita dari Pak Sugianto, S.Pd.I, bahwa Tuhan itu bisa ditipu dengan cara pujian dan do’a, maka dari itu, bagus-baguslah berdo’a, agar do’a kita semua diijabah oleh Allah swt. Amin
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours