Setiap manusia yang lahir ke dunia ini tidak pernah meminta pada Sang Pencipta (Tuhan) akan dilahirkan dalam agama Islam, Majusi, ataupun Nasrani serta agama-agama yang lainnya. Setiap anak manusia yang dilahirkan ke dunia ini adalah suci atau fitrah. Tergantung kepada kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia apakah Majusi ataupun Nasrani, serta Muslim (Islam). Apabila kita ambil perumpamaan setiap anak yang baru lahir ke dunia ini ibarat selembar kertas putih. Maka tergantung kepada kedua orang tuanyalah yang akan memberikan tinta kepada kertas tersebut (anak). Apakah dengan tinta putih pula, ataupun dengan tinta merah dan hitam. Jadi, kita tidak pernah mengetahaui dan tidak pernah meminta ingin masuk agama apa. Maka dari itulah di utus seorang Rasul untuk menyempurnakan seluruh agama Samawi dan seluruh kepercayaan ke dalam suatu agama yang benar yaitu agama Islam.

Sebagaimana firman Allah swt. yang artinya “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” (QS. Ali- ‘Imran: 19).

Perhatikan ayat yang lain: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali-Imran: 3). Dan “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam” (QS. Ali-Imran: 3).

Lihat pula “dan Ibrahim telah Mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".(QS. Al-Baqarah: 132). Dan baca pula “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah: 208).

Perhatikan pula ”pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu” (Al-Maa’idah: 3).

Membahas kelahiran dan judul di atas, jika kita hubungkaitkan dan di spesipikkan kepada agama Islam, bahwa setia anak yang Muslim disunnahkan untuk “aqiqah”. Jika sudah besar dan mampu, maka ia akan “berkurban”. Namun sebelumnya akan kita bahas apa itu aqiqah, dan apa pula itu qurban? Aqiqah adalah menyembelih binatang ternak yang berupa kambing pada hari ke tujuh dari hari kelahiran anak laki-laki maupun anak perempuan sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah swt. atas kelahiran anak tersebut, dimana pada itu anak yang baru dilahirkan itu diberi nama yang baik dan dipotong rambut kepalanya.

Dijelaskan di daam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Akhmad At-Tirmidzi dan Imam Empat dari Samurah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “setiap anak yang baru lahir tergadai (menjadi tanggungan) dengan aqiqahnya sampai disembelih (aqiqah) itu untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama”.

Nah, itulah defenisi dari aqiqah. Sekarang mari kita lihat apa makna dari kurban itu sendiri. Qurban adalah “menyembelih binatang ternak pada hari raya idul Adha dan pada tiga hari Tasrik (yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dengan tujuan hanya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah atau beribadah kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt. dalam Al-Quran Surah Al-Kautsar ayat 1-3 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.

Setelah kita mengetahui defenisi atau makna dari aqiqah dan qurban, maka janganlah kita samakan antara aqiqah dan qurban. Aqiqah itu dilakukan atau dibayar ketika anak masih kecil, yang berumur tujuh hari, jika sudah besar bukan lagi aqiqah, akan tetapi qurban. Sudah lepas sunah aqiqah itu, lebih baik qurban aja. Yang penulis temukan dilingkungan masyarakat adalah sudah bujang dan dara masih mau aqiqah, aqiqah dari mana, mana dalilnya. Dan pula aqiqah itu sunah. Yang sunnah diperdebatkan, yang wajib tidak dilaksanakan, semoga bermanfaat, wasalam. 

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours