Oktober 2013

Dalam ajaran agama Islam, ada beberapa hukum mengenai puasa, diantaranya puasa wajib, puasa sunat, puasa haram, dan puasa makruh. Puasa wajib yaitu pelaksanaannya yang dilakukan pada bulan Ramadhan saja, sedangkan puasa sunat terbagi lagi, yaitu puasa Senin-Kamis, puasa 6 hari di bulan Syawal, puasa 3 hari pada setiap bulan Islam  (hijriah) yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 hari bulan hijriah, dan banyak lagi puasa yang lainnya, termasuk puasa pada bulan Muharram.

Puasa pada bulan Muharram ini dilaksanakan pada tanggal 10 hari bulan Hijriah, berarti pada hari kesepuluh. Pada hari Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram. Puasa pada hari Asyura ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “puasa hari Asyura itu menghapus dosa satu tahun yang telah lalu”.

Disunatkan pula berpuasapada tanggal 9 Muharram yang disebut hari Tasu’a (sehari sebelum hari Asyura). Hal ini didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang artinya “Andaikan aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku berpuasa pada hari kesembilan”. Namun, Allah menghendaki lain, beliau (Nabi Muhammad saw.) tidak sempat untuk melakukan puasa sunat tersebut, karena beliau keburu wafat (dipanggil oleh Allah swt. ke sisinya).

Bagi yang menghendaki tidak ada larangan baginya untuk berpuasa, dan jika tidak mau berpuasa, maka boleh meninggalkannya. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Muawwiyah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “Sesungguhnya pada hari Asyura’ ini Allah tidak mewajibkan kalian berpuasa. Barang siapa menghendaki, maka diperbolehkan baginya berpuasa, dan barang siapa yang tidak menghendaki, maka diperbolehkan berbuka (tidak berpuasa)”. 

Berdasarkan judul di atas, mengapa Muharram disebut bulan Muharram? Lucu dan pastinya itu adalah pertanyaan anak PAUD atau pertanyaan anak TK, dan mungkin pertanyaan anak SD serta tidak menutup kemungkinan Mahasiswa. Sebuah pertanyaan yang “bodoh” (mungkin), mengapa Muharram disebut bulan Muharram? Mengapa penulis membuat artikel ini, ya karena banyak diantara siswa SMP dan SMA serta anak SD, yang bertanya kepada penulis dan kepada masyarakat dilingkungannya.

Bulan Muharram disebut bulan Muharram adalah karena pada bulan itu, adalah bulan yang dihormati dan tidak boleh melakukan peperangan, diharamkan untuk berperang, haram sama juga artinya dengan dilarang ataupun tidak boleh dilakukan. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Quran Surah At-taubah ayat 37, yang artinya “Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu* adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (QS. At Taubah: 37).

Keterangan*: maksudnya “Muharram, Rajab, Zulqaedah dan Zulhijjah adalah bulan-bulan yang dihormati dan dalam bulan-bulan tersebut tidak boleh diadakan peperangan. Tetapi peraturan ini dilanggar oleh mereka dengan mengadakan peperangan di bulan Muharram, dan menjadikan bulan Safar sebagai bulan yang dihormati untuk pengganti bulan Muharram itu. Sekalipun bulangan bulan-bulan yang disucikan yaitu, empat bulan juga. Tetapi dengan perbuatan itu, tata tertib di Jazirah Arab menjadi kacau dan lalu lintas perdagangan terganggu.

Perhatikan firman Allah swt, yang artinya “Bulan haram dengan bulan haram*, dan pada sesuatu yang patut dihormati**, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Baqarah: 194).

Keterangan* Kalau umat Islam diserang di bulan haram, yang sebenarnya di bulan itu tidak boleh berperang, maka diperbolehkan membalas serangan itu di bulan itu juga.
Keterangan** Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram.

Dalam suatu riwayat dikemukakan peristiwa sebagai berikut: Pada bulan Dzulqaidah Nabi SAW dengan para shahabatnya berangkat ke Mekah untuk menunaikan umrah dengan membawa qurban. Setibanya di Hudaibiah, dicegat oleh kaum Musyrikin, dan dibuatlah perjanjian yang isinya antara lain agar kaum Muslimin menunaikan umrahnya pada tahun berikutnya. Pada bulan Dzulqaidah tahun berikutnya berangkatlah Nabi SAW beserta shahabatnya ke Mekah, dan tinggal di sana selama tiga malam. Kaum musyrikin merasa bangga dapat menggagalkan maksud Nabi SAW untuk umrah pada tahun yang lalu. Allah Swt membalasnya dengan meluluskan maksud umrah pada bulan yang sama pada tahun berikutnya. Turunnya ayat tersebut di atas (S. 2: 194) berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah.)

Itulah sebabnya, mengapa bulan Muharram disebut bulam Muharram.



Semua orang pasti mengetahui yang namanya tahun hijriah. Semua orang juga pasti mengetahui yang namanya tahun masehi. Tahun hijriah yang dimulai dari bulan Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzul Qa’dah, dan Dzul Hijjah. Sedangkan tahun masehi dimulai dengan Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, dan Desember. Dari nama dua tahun tersebut antara hijriah dan masehi, banyak orang tua yang telah memberi nama anak-anak mereka berdasarkan nama-nama bulan tersebut, misalnya yang paling ngetren “Ramadhan, Juli, Syawal, Agus (Agustus), Juni (Yuni), dan lain-lainnya.

Berdasarkan temuan di atas, apakah kita (mereka) mengetahui Kapan Tanggal Awal Penetapan Dimulainya Kalender Hijriah Atau Tahun Baru Islam? Apakah ada yang mengetahuinya? Di sini kami mencoba memaparkan kapan di mulainya Tanggal Awal Penetapan Dimulainya Kalender Hijriah Atau Tahun Baru Islam.

Penetapan tanggal Kapan Tanggal Awal Penetapan Dimulainya Kalender Hijriah Atau Tahun Baru Islam oleh Umar pada tahun 638 Masehi.

    

Pemirsa, pada bulan atau tahun baru hijriyah ini, berdoalah kita pada Sang Pencipta, sebanyak mungkin apa yang ingin kita pintakan atau mohonkan. Jangan ragu atau sungkan kita pada-Nya. Karena kita hanyalah seorang hamba, sudah sepantasnyalah kita meminta kepada-Nya. Namun, jangan kita salah dalam berdo’a, kenapa? Mungkin kita tidak sesuai dengan apa yang kita pintakan. Meskipun penulis menyuruh untuk meminta sebanyak-banyaknya atau apa saja. Tapi yang logika saja atau wajar-wajar saja.

Contoh yang wajar ya, minta kaya, banyak uang banyak harta, yang belum punya istri minta istri, yang belum punya mobil punya mobil, yang belum punya motor baru mau minta motor baru, yang belum punya laptop baru, mau minta laptop baru, yang belum sehat minta sehat, yang sakit minta sehat, dan banyak lagi permohonan yang lainnya. Suatu permohonan yang masuk akal dan wajar-wajar saja, jika minta uang berjuta-juta, beratus-ratus juta, atau bermilyar-milyar, sesuai dengan apa yang kita usahakan atau apa yang kita bisniskan.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah jika ia berjehendak. Sesuai dengan apa yang Ia katakan (firmankan) yang artinya “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia” (QS. Yasiin: 82).

Nah, dengan melihat keadaan di atas, maka memohonlah pada Allah, janga ragu dan bimbang kepada-Nya. Dan jika anda ingin mencari do’a bulan Asura 1435 H, maka klik lah disini “Do’a Tahun Baru Hijriah Atau Tahun Baru Islam”.

P R O P O S A L

USULAN BANTUAN BIAYA ACARA TAHUN BARU ISLAM


1 MUHARRAM 1435 H
MUSHOLA AL – IKHLAS



DESA PUSAKA DUSUN SEKADIM

KECAMATAN TEBAS


2015

PENGURUS MUSHOLA AL – IKHLAS
DESA PUSAKA DUSUN SEKADIM

Nomor          :     003 / PM-AL / 2015
Lampiran       :     -
Hal                :     Permohonan Bantuan Biaya
                           Acara 1 Muharram 1434 H

Kepada :
Yth. Bupati Sambas
Di –
Sambas

Dengan hormat,
Sehubungan dengan adanya Rencana Kegiatan Acara Memperingati Hari Besar Islam yaitu 1 Muharram di Surau Al-Ikhlas yang terletak di Dusun Sekadim RT 19 / 07 Desa Pusaka, Kecamatan Tebas. Dengan ini mengajukan permohonan dana untuk kegiatan tersebut, yang insya Allah kegiatan tersebut akan kami laksanakan pada bulan Nopember 2013.

Kegiatan tersebut kami khususkan bagi anak-anak pelajar dari sekolah dasar hingga siswa Sekolah menengah Atas yang berada di lingkungan Desa Pusaka Kecamatan Tebas, seperti SD 08 Sekadim, SMP 3 Tebas yang berdomisili di Sekadim, dan SMA 2 Tebas (di Sei Kelambu) Kecamatan Tebas.

Beberapa kegiatan yang akan kami laksanakan adalah:
  1. lomba azan tingkat SD, SMP, dan SMA (putra).
  2. lomba MTQ tingkat SD, SMP, dan SMA (putra-putri).
-         menghafal dzuz amma
-         saritilawah
  1. lomba kaligrafi tingkat SD, SMP, dan SMA (putra-putri).
  2. lomba khutbah tingkat SMA (putra). 
  3. lomba wuduk tingkat SD (putra-putri).
  4. lomba ceramah atau kultum (kuliah tujuh menit) tingkat SMP dan SMA (putra-putri).

Dilihat dari banyaknya kegiatan yang akan kami laksanakan, sedangkan uang atau dana kas yang ada pada panitia hanya sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), sedangkan dana yang dibutuhkan sebesar 4.000.000,00 (empat juta rupiah, rincian dana terlampir). Sedangkan biaya yang kami terima dari para donatur dan masyarakat sebesar : Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) . Jadi kekurangan biaya sekitar : Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah).

Sebagai pertimbangan Ibu kami lampirkan :
  1. Susunan Pengurus Panitia Acara 1 Muharram Mushola Al-Ikhlas Desa Pusaka Dusun Sekadim RT. 19 /  RW. 07
  2. Rincian rencana anggaran Kegiatan Lomba 1 Muharram.

Demikian Permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan bantuan Ibu kami ucapkan terima kasih.
                                                                                                    Pusaka, 10 Oktober 2013

                                                         Pengurus Mushola Al-Ikhlas

                             Ketua                                                                           Sekretaris


                           HABIB                                                                       SUGIANTO
                                                                             
                                                                     Mengetahui                                  
                                                              Kepala Desa Pusaka 


                                                              H. SUKRI PAWADI
Tembusan :
  1. Bapak Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Tebas
  2. Arsip
PANITIA KEGIATAN 1 MUHARRAM MUSHOLA AL – IKHLAS
DESA PUSAKA DUSUN SEKADIM


SUSUNAN PANITIA KEGIATAN


1.      Pelindung                            :        Kepala Desa Pusaka
2.      Penasehat                           :        Kepala Dusun Sekadim
3.      Ketua                                 :        Satibi
4.      Sekretaris                           :        Sugianto
5.      Bendahara                          :        Habib
6.      Seksi – Seksi :

-         Lomba azan tingkat SD, SMP, dan SMA (putra).                     :        Hasliani
-         Lomba MTQ tingkat SD, SMP, dan SMA (putra-putri).           :        Andarti
-         Lomba kaligrafi tingkat SD, SMP, dan SMA (putra-putri).        :        Sulandra
-         Lomba khutbah tingkat SMA (putra).                                        :        Hambali
-         Lomba wuduk tingkat SD (putra-putri).                                     :        Turnado
-         Lomba ceramah atau kultum (kuliah tujuh menit)                        :        Surianto
tingkat SMP dan SMA (putra-putri).



                                                                                                    Pusaka, 10 Oktober 2013


                                                         Pengurus Mushola Al-Ikhlas

                             Ketua                                                                           Sekretaris




                           HABIB                                                                       SUGIANTO

                                                                             
                                                                     Mengetahui                                  
                                                              Kepala Desa Pusaka 




                                                              H. SUKRI PAWADI




RENCANA ANGGARAN / BIAYA HADIAH
KEGIATAN 1 MUHARRAM 1434 H
MUSHOLA AL-IKHLAS
DESA PUSAKA DUSUN SEKADIM KECAMATAN TEBAS


NO
URAIAN
VOLUME
HARGA SATUAN
( Rp )
JUMLAH
( Rp )
1
Lomba Azan SD
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Azan SMP
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Azan SMA
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
2
Lomba MTQ SD (Putra-Saritilawah)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba MTQ SMP (Putra-Saritilawah)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba MTQ SMA (Putra-Saritilawah)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba MTQ SD (Putri-Saritilawah)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba MTQ SMP (Putri-Saritilawah)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba MTQ SMA (Putri-Saritilawah)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Menghafal Dzuz Amma (Putra)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Menghafal Dzuz Amma (Putra)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Menghafal Dzuz Amma (Putra)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Menghafal Dzuz Amma (Putri)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Menghafal Dzuz Amma (Putri)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-
Lomba Menghafal Dzuz Amma (Putri)
Juara 1
Juara 2
Juara 3

50.000,-
30.000,-
20.000,-



100.000,-



100.000,-


Dan seterusnya.....


                                                                                                    Pusaka, 10 Oktober 2013


                                    Penatia Kegiatan Muharram 1434 H Mushola Al-Ikhlas



                             Ketua                                                                           Sekretaris




                           HABIB                                                                       SUGIANTO

                                                                             
                                                                     Mengetahui                                  
                                                              Kepala Desa Pusaka 




                                                              H. SUKRI PAWADI


Itulah contoh Proposal Acara Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah pada bulan Muharram 1434 H. Selama ini penulis lihat, jarang sekali kegiatan 1 Muharram diperingati, hanya pada desa-desa tertentu atau kota-kota tertentu. Jika pelaksanaan Tahun Baru Masehi, wahhhhh... semua orang, tua-muda, besar-kecil, suku apapun, dan dimanapun, baik pada desa yang terpencil, kota-kota besar, menghabiskan uang yang banyak demi memeriahkan acara tersebut. Bahkan mereka rela nginap dipantai, hotel, losmen, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, kalau bukan kita yang melaksanakan acara tersebut, siapa lagi?

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini tidak pernah meminta pada Sang Pencipta (Tuhan) akan dilahirkan dalam agama Islam, Majusi, ataupun Nasrani serta agama-agama yang lainnya. Setiap anak manusia yang dilahirkan ke dunia ini adalah suci atau fitrah. Tergantung kepada kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia apakah Majusi ataupun Nasrani, serta Muslim (Islam). Apabila kita ambil perumpamaan setiap anak yang baru lahir ke dunia ini ibarat selembar kertas putih. Maka tergantung kepada kedua orang tuanyalah yang akan memberikan tinta kepada kertas tersebut (anak). Apakah dengan tinta putih pula, ataupun dengan tinta merah dan hitam. Jadi, kita tidak pernah mengetahaui dan tidak pernah meminta ingin masuk agama apa. Maka dari itulah di utus seorang Rasul untuk menyempurnakan seluruh agama Samawi dan seluruh kepercayaan ke dalam suatu agama yang benar yaitu agama Islam.

Sebagaimana firman Allah swt. yang artinya “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” (QS. Ali- ‘Imran: 19).

Perhatikan ayat yang lain: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali-Imran: 3). Dan “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam” (QS. Ali-Imran: 3).

Lihat pula “dan Ibrahim telah Mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".(QS. Al-Baqarah: 132). Dan baca pula “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah: 208).

Perhatikan pula ”pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu” (Al-Maa’idah: 3).

Membahas kelahiran dan judul di atas, jika kita hubungkaitkan dan di spesipikkan kepada agama Islam, bahwa setia anak yang Muslim disunnahkan untuk “aqiqah”. Jika sudah besar dan mampu, maka ia akan “berkurban”. Namun sebelumnya akan kita bahas apa itu aqiqah, dan apa pula itu qurban? Aqiqah adalah menyembelih binatang ternak yang berupa kambing pada hari ke tujuh dari hari kelahiran anak laki-laki maupun anak perempuan sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah swt. atas kelahiran anak tersebut, dimana pada itu anak yang baru dilahirkan itu diberi nama yang baik dan dipotong rambut kepalanya.

Dijelaskan di daam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Akhmad At-Tirmidzi dan Imam Empat dari Samurah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “setiap anak yang baru lahir tergadai (menjadi tanggungan) dengan aqiqahnya sampai disembelih (aqiqah) itu untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama”.

Nah, itulah defenisi dari aqiqah. Sekarang mari kita lihat apa makna dari kurban itu sendiri. Qurban adalah “menyembelih binatang ternak pada hari raya idul Adha dan pada tiga hari Tasrik (yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dengan tujuan hanya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah atau beribadah kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt. dalam Al-Quran Surah Al-Kautsar ayat 1-3 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.

Setelah kita mengetahui defenisi atau makna dari aqiqah dan qurban, maka janganlah kita samakan antara aqiqah dan qurban. Aqiqah itu dilakukan atau dibayar ketika anak masih kecil, yang berumur tujuh hari, jika sudah besar bukan lagi aqiqah, akan tetapi qurban. Sudah lepas sunah aqiqah itu, lebih baik qurban aja. Yang penulis temukan dilingkungan masyarakat adalah sudah bujang dan dara masih mau aqiqah, aqiqah dari mana, mana dalilnya. Dan pula aqiqah itu sunah. Yang sunnah diperdebatkan, yang wajib tidak dilaksanakan, semoga bermanfaat, wasalam. 


Pedang warisan Leluhur Cina yang dating pertama sekali ke Sambas tempo dulu yang masih bernama Kesultanan Sambas adalah milik seorang Panglima Cina yang melarikan diri atau ikut mengembara karena keadaan negeri Cina waktu itu sangat kacau. Dan pula pedang ini masih asli seperti yang dulu. Diperkirakan pedang ini sudah ratusan tahun lamanya, karena pedang ini terbuat dari tembaga asli yang berukirkan naga.

Seorang singsei yang berasal dari Jakarta pernah ingin membeli pedang ini dengan harga tinggi, namun pemilik pedang pusaka ini masih belum mau menjualnya. Karena, menurutnya keadaan ekonomi mereka masih mencukupi. Pedang warisan Leluhur Cina itu, kini di bawah jagaan seorang tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Sambas. Dulu, pedang pusaka warisan leluhur Cina ini diwariskan oleh keturunannya hingga turun temurun.  

Pada suatu hari, pedang ini diwariskan atau dipindah tangankan kepada seorang tua yang beragama Islam bersuku Melayu asli Sambas (Kesultanan Sambas). Saat ini, pedang tersebut masih dalam jagaannya. Karena mengalami kesulitan ekonomi, rencana pedang tersebut ingin ia jual, seperti Pak Raden yang ingin menjual Lukisannya kepada Pak Jokowi dengan harga tinggi. Begitupula lah si Pak Tua tersebut, meminta kami (penulis) untuk menjualnya di media online (dunia maya atau internet) akan tetapi tidak di toko bagus.

Kami (penulis) bukan menampilkan barang-barang palsu atau yang tidak bermutu, jika anda salah satunya yang berminat dapat menghubungi kami, atau datang langusng ke tempat kami di Sambas (Kesultanan Sambas). Untuk lebih jelasnya coba perhatikan potonya di bawah ini. Jika anda berminat, dapat menghubungi kami  SMS / Telpon di no HandPhone : 085246646806





Tunggu apa lagi, jangan tunggu sampai esok... pencet telpon atau Hp Anda dan hubungi kami, kami siap membantu ANDA....