Sabtu, 18 April 2015

Bolehkah Sholat Sambil Nelpon Atau Mematikan Handpone?


Bolehkah Sholat Sambil Nelpon Atau Mematikan Handpone Ketika Orang Menelpon Kita?

Sholat adalah tiang agama bagi umat Islam. Barang siapa yang meninggalkan sholat wajib (fardu) maka berdosalah ia. Dibolehkan meninggalkan sholat fardu apabila terjadi sesuatu hal yang tidak dapat dilakukan dengan alasan sakit atau berpegian. Akan tetapi bukan “meninggalkan” tetapi ditunda atau diganti dengan jama’ atau ruksah (keringanan). Contoh: hari Jum’at hujan sangat deras sekali turunnya, sedangkan kita harus sholat Jum’at di masjid. Jarak masjid dengan rumah sekitar 1-2 km, jas hujan kita tidak punya, motor juga tidak punya. Jadi ada “ruksah” atau keringanan untuk kita tidak sholat Jum’at, jadi kita sholat Luhur (Zhuhur) di rumah.
Contoh lain adalah: jika kita pergi ke Pontianak, sedangkan kita akan datang ke Pontianak sekitar jam 6, jadi kita tidak sempat untuk sholat Asar, jadi sholat Asar bisa dijamak dengan sholat Luhur, setelah datang di pontianak, kita tidak perlu sholat Asar lagi, yang kita lakukan adalah sholat Magrib.

Setelah membahas hal sholat di atas, sekarang kita bahas “Bolehkah Sholat Sambil Nelpon Atau Mematikan Handpone Ketika Orang Menelpon Kita?” mengapa muncul pertanyaan seperti itu? Karena ketika penulis melakukan berbagai perjalanan di Kalimantan Barat ini, banyak yang telah penulis temukan dengan masalah sholat ini, ada yang gini ada yang gitu. Dan ketika orang sholat, banyak pula handpone yang berdering, apakah bunyi sms atau bunyi orang cal (menelpon). Akhirnya konsentrasi para jamaah pada sholat jadi terganggu. Sedangkan tanpa bunyi handpone saja, pikiran para jamaah dalam sholat sudah kemana-mana, apalagi ditambah dengan bunyi handpone yang lagunya panjang dan nyaring serta lagunya yang enak-enak bikin ngantuk atau sakit telinga. Pernah penulis mendengar lagunya “goyang domret dan satu jam saja” goyang itik atau goyang bebek. Ada lagi yang namanya “kubang buaya” itukan pelecehan terhadap wanita. 

Nah, daripada bunyi handpone yang mengganggu para jamaah sholat, lebih baik ambil handponenya lalu matikan, setelah itu baru lanjutkan lagi sholatnya, ijtihaj saya (penulis) ni. Karena gerakan dalam sholat itu yang dapat membatalkan sholat-kan ada tiga kali gerakan, sedangkan kita mengambil handphone-kan hanya 1 gerakan, jadi masih dua donk. Dan itupun dengan niat takut mengganggu kekonsenan jamaah dalam sholat. Karena kita lupa untuk mematikan atau mensailenkan handphone kita. Maka dari itu, imam sebelum sholat mengatakan “handphone tolong dinonaktifkan, demi kekhususkan sholat”. Nah, kesimpulannya adalah dibolehkan mematikan handpone ketika kita dalam sholat dengan alasan agar tidak mengganggu kekonsenan atau kekhususkan jamaah lain sholat. Sedangkan menelpon atau menerima telpon ketika kita sholat, itu tidak boleh, nanti sholatnya batal. Jika ingin menerima telpon, maka segeralah keluar masjid, akan tetapi ketika dalam sholat, manamungkin mau keluar masjid, karena kita sholat menghadap Allah, bukannya menghadap manusia. Sedangkan menghadap Pk Rt saja kita harus permisi yang sopan, apalagi menghadap kepala sekolah jika handphone bunyi, kita “maaf Pak, saya terima telpon dulu” atau  kita rejek dech tu telpon. Iya kan? Ini kita menghadap Tuhan, kok seenak e dewe................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...