Ibadah puasa wajib dilaksanakan oleh seluruh umat Islam pada bulan Ramadhan setiap tahunnya. Sedangkan ibadah puasa sunat setiap bulannya ada. Dan bagi yang mampu silakan puasa pada hari Senin dan Kamis setiap minggunya. Puasa dibagi beberapa hukum, diantaranya ada yang disebut dengan puasa makruh, puasa sunat, puasa wajib, dan puasa haram.

Puasa yang makruh adalah puasa yang dilakukan tanpa ada perintah atau suruhan dari rasululullah dan dari Allah swt. Tidak mempunyai dalil dan sumber hukum yang paten atau orisinal. Contoh puasa mutih, puasa karena ilmu kedikjayaan, dan amalan-amalan yang lainnya. Itu hukumnya makruh, tidak mendapatkan pahala dan tidak juga dilarang. Puasa sunat, puasa yang mendapat pahala, dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Contohnya puasa senin-Kamis, Syawal sebanyak enam hari, dan lain sebagainya. Puasa yang haram yang dilakukan pada 1 hari syawal atau hari-hari tasrik, dan lain sebagainya.

Bersadasarkan ringkasan di atas, timbul pertanyaan, batalkah puasa jika keluar air mani? Jawabnya adalah “batal”. Keluarnya air mani disebabkan oleh beberapa paktor, misalnya:

  1. merangsang dan dirangsang.
  2. nonton film.
  3. mimpi basah.
  4. onani atau swalayan (swa = diri sendiri, layan = melayani) jadi swalayan adalan melayani diri sendiri.
  5. jima’ (bersetubuh).

Jadi, jika keluar air mani pada saat kita berpuasa maka batallah puasa tersebut, dan hendaknya segera berbuka. Karena sudah batal, dan pula jika ingin beribadahpun, (sholat), maka tidak sah sholatnya, jika masih belum mandi wajib.
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours