Qing Ming, yang dikenal secara umum oleh masyarakat Tionghoa dengan nama istilah adalah “sembahyang kubur”. Disebut sembahyang kubur karena sembahyangnya di depan pusara atau kubur para leluhur. Qing Ming adalah budaya orang Tionghoa yang sangat luar biasa tingginya, karena makna yang terkandung di dalamnya mempunyai arti yang mendalam dan mencakup berbagai aspek kehidupan manusia serta mempunyai hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Sembahyang Leluhur (Qing Ming), tentunya ada beberapa sesajen yang dihidangkan sebagai perlengkapan sembahyang, diantaranya San Sheng (tiga jenis makhluk hidup), Wu Guo (lima jenis buah-buahan), Fan (kue-kue), dan Ming Zhi (uang kertas alam baka), serta perlengkapan lainnya. San Sheng berupa daging babi, daging ayam atau itik, dan daging ikan atau ikan sotong (cumi-cumi).

Makna dari semua itu adalah daging babi melambangkan daratan, daging ayam atau itik melambangkan udara, dan daging ikan atau cumi-cumi (sotong) melambangkan air. Ketiganya adalah sumber dari kehidupan manusia yang tidak dapat untuk dipidahkan. Apabila tanpa ketiga sumber kehidupan tersebut, maka tiada makhluk di dunia ini yang dapat bertahan hidup dan bahkan tidak ada yang bisa “hidup”.

Sumber dari sahabat penulis “Aliong atau Budianto”  
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours