Bulan Ramadhan atau bulan puasa kita laksanakan sebulan penuh atau selama 29/30 hari. Setelah melaksanakan puasa sebulan punuh, setelah itu umat Islam akan melaksanakan hari Raya Idul Fitri yaitu hari kemenangan. Seluruh umat Islam diseluruh dunia merayakan hari kemenangan tersebut. Namun sebelumnya, sebelum hari Raya Idul Fitri ini, seluruh umat Islam melaksanakan rukun Islam yang ke empat yaitu Zakat Fitrah.

Zakat Fitrah dibayarkan sebelum sholat Id (Idul Fitri) dilaksanakan. Jika zakat fitrah dibayarkan setelah sholat Id, itu namanya bukan zakat fitrah, akan tetapi sama seperti sedekah. Lalu bagaimana dengan ketentuan membayar zakat fitrah? Ketentuan zakat fitrah, ini adalah zakat fitrah dibayarkan sebesar 2 ½ kg dalam bentuk makanan pokok. Sedangkan untuk makanan pokok di Indonesia secara umumnya adalah beras, maka beraslah yang akan dikeluarkan sebanyak 2 ½ kg tersebut.

Sedangkan untuk ketentuan orang yang wajib untuk menerima zakat fitrah itu ada delapan macam, diantaranya:

1.            Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2.            Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
3.            Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
4.            Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5.            Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6.            Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
7.            Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8.            Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.


Sebagaimana Allah swt. berfirman dalam quran surah At-Taubah ayat 60, yang artinya “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”  

Setelah mengetahui ketentuan dari zakat fitrah tersebut, dan untuk apa sih zakat fitrah tersebut? Zakat fitrah ini adalah untuk membersihkan harta yang kita miliki.

Sebagaimana Allah swt. berfirman dalam quran surah At-Taubah ayat 103, yang artinya “ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan* dan mensucikan* mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103).

Keterangan* Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda.
Keterangan* Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Berdasarkan artikel di atas, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours