Pada saat menjelang hari raya sepuluh malam terakhir yaitu malam tanggal 21 Ramadhan, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan, umat Islam ada yang melakukan yang namanya iktikaf (menyendiri) di masjid dengan melakukan zikir dan do’a kepada Allah Sang Pencipta. Zikir dan do’a sebanyak-banyak agar mendapatkan malam seribu bulan, yaitu suatu malam jika beribadah pada malam itu maka akan mendapatkan pahala sebanyak seribu bulan, dan pula pada malam itu rahmat dan berkah-Nya Allah swt diturunkan, ribuan malaikat dan roh-roh para umat muslimin dahulu yang telah meninggal dunia, turun ke bumi, sebagai pelepas rasa rindu mereka pada sanak saudara atau keluarga.

Pada malam itu pula banyak orang-orang yang melakukan iktikaf dimasjid, namun tahukah anda, iktikaf yang tidak mendatangkan pahala bagi diri orang tersebut? Dari rumah ia pergi mau iktikaf ke masjid. Namun, setelah di masjid ia bukannya beriktikaf seperti yang lainnya, yang membaca Al-Quran, yang zikir, yang berdo’a atau berwirid-wirid dengan wirid yang semampunya.

Ia datang ke masjid hanya asik ngobrol atau cal-cal-an sama teman-temannya, ceting-cetingan lewat handpone (LINE), ataupula facebook-an, maklumlah gratis sepanjang malam atau sepanjang hari. Setelah ngantuk tidur, tergeletak di masjid. Bukannya iktikaf, tapi tidur, apakah iktikaf seperti itu akan mendatangkan pahala atau sebaliknya, atau tidak sama sekali? Hanya Tuhan-lah yang maha tau, Dia-lah yang memberikan penilaiannya. Kita hanya bisa melihat zahirnya saja, namun pada batinnya kita tidak mengetahuinya.   
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours