Ku melihatmu sampai terdengar bunyi desiran darahku, ku melihatmu hingga nafasku terhenti, jantungku tidak lagi begetar seperti biasa, tidak lagi bisa berbunyi dagdigdug seperti nyanyianmu yang mendayu-dayu, suaramu merayu sampai aku tersipu malu dalam mimpiku…

Kapan aku akan menyentuhmu dari matamu hingga mata kakimu, akan kusentuh dirimu dari hujung rambutmu hingga ke hujung kuku kakimu, dan kau akan merasakan desiran darahku semakin bergelora ‘bak gunung pujiama akan membludak karenamu, dan kau akan merasakan “sesuatu”

Mungkinkah aku akan memelukmu sedangkan daku selalu merindukanmu jauh dinegeri pulau Simping? Kubayangkan sekujur tubuhmu ada “sesuatu”

Sentuhan yang kuinginkan darimu meskipun hanya dalam mimpiku, dengan sentuhanmu itu akan dinginkan gelora yang ada dihatiku, karena pada sekujur tubuhmu diliputi oleh salju, dengan sentuhamu yang ayu, maka aku akan membayangkan “sesuatu”

Sesuatu yang ada di hatiku kau takakan pernah tahu, Sesuatu yang ada di hatimu aku tak akan pernah tahu, Sesuatu yang ada di benakku akankah kau tahu, dan Sesuatu yang ada dalam benakmu, akankah aku mengetahuinya? Hanya Allah-lah yang mengetahui apa yang ada dihatiku dan dihatimu saat ini…

Aku tak akan pernah menyentuh tubuhmu, aku tak akan pernah menempelkan jemari-jemari kasarku pada pipimu nan halus bak sutra dari kahyangan, aku tak akan pernah akan mendekapmu yang dingin bak salju dari Tibet, dan aku tak akan pernah merasakan “sesuatu” dari dirimu…
Ooh … “sesuatu”

aku ingin memelukmu erat dan tak akan kulepaskan lagi, biar gunung-gunung yang ada ditubuhmu membludak dan menerpa wajahku, jantungku akan hancur karena hangatnya dekapan cinta yang terpendam di dalam hatimu yang kian lama terbungkus karang yang kokoh, hanya dengan sentuhan dalam mimpiku cairkan salju yang ada pada tubuhmu, dan kau akan merasakan “sesuatu” dariku…

Share To:

Basendra Samsul

Post A Comment:

0 comments so far,add yours