Banyak kasus atau masalah yang telah melanda Indonesia mulai dari orang kecil hingga orang besar, mulai dari konglomelarat hingga konglomerat, mulai dari rakyat hingga pejabat, mulai dari korupsi hingga koruptor, mulai dari ikan teri hingga sapi, mulai dari gubuk kardus reot hingga gedongan avartemen, mulai dari pengamen hingga artis, mulai dari santri hingga ustazd, mulai dari yang hidup hingga yang mati, mulai dari perampok hingga teroris, dan banyak lagi topik yang oleh masyarakat perbincangkan. 

Dengan banyaknya permasalahan yang menerpa Indonesia, banyak pula yang telah meraup keuntungan dari semua itu. Tidak luput pula media online, media cetak, serta media elektronik. Ambil contoh misalnya pertelevisian banyak menayangkan gosip, silet, atau yang tidak kalah pentingnya adalah siaran dialog interaktif, misalnya TVONE, METROTV, dan televisi yang lainnya. Namun yang paling ngetopnya adalah TVONE.

Obrolan atau dialog interaktif yang dilaksanakan ditelevisi itu, ibaratnya atau persisnya sama dengan obrolan wong cilik di warung kopi. Namun obrolan orang-orang pinggiran tidak berkelas, lain halnya dengan obrolan para pejabat yang ada di Indonesia ini. Para pejabat yang asik ngobrol itu, bukannya menyelesaikan masalah, akan tetapi buat masalah baru, mereka hanya ngongong doang (omdo) ditelevisi. Akhirnya mereka berkelahi, saling hujat, saling hina, saling cemooh dan lain sebagainya. Misalnya program Apa Kabar Indonesia Pagi TVONE, yang dihentikan setelah terjadi aksi penyiraman teh yang dilakukan juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, terhadap sosiolog Tamrin Tomagola, pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2013. untung saja pihak TVONE mengambil inisiatif untuk mengakhiri dialog dan dilanjutkan dengan acara lainnya.

Dengan kejadian seperti itu, berdasarkan pengamatan penulis, solusi apa yang mereka tawarkan dalam menyelesaikan permasaahan yang ada?. Hanya membuat telinga dan hati para pemirsa yang ada diseluruh Indonesia. Begitu juga dengan kasus Arya Wiguna dan Eyang Subur, para pengacaranya Farhat Abas dan Ramdansyah saling hujat. Kasusnya begitu-gitu aja. Jadi semua itu bagaikan sudah direkayasa oleh mereka sendiri.
 
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours