Delapan tahun berlalu sudah, aku dan engkau tidak bersua, kini kau datang kerumahku, namun kini kau sudah ada yang punya dan berbadan tiga, sedangkan aku... masih seperti yang dulu, apa yang ada dihatiku saat ini hanya Tuhan yang mengetahuinya. Entah mengapa, ketika kau datang kerumahku, hatiku dan jantungku bergetar kencang, dan darahku berdesirdesir seakan-akan darah akan muncrat mendobrak dadaku yang kerempeng yang penuh dengan tulang belulang. Kau hadir tanpa kumimpikan, kau menjelma tanpa aku hayalkan, kau datang tanpa aku inginkan, namun aku suka dengan kehadiranmu di istana ibuku.

Nety, aku tidak tahu dengan hatiku sat ini, apakah aku masih mencintaimu? Ataukah mungkin sebaliknya cintaku telah pudar untukmu? Tapi, jika cintaku telah sirna untukmu, namun mengapa jantung dan hatiku bergetar cepat ketika kau hadir diistana bapakku... aku bagaikan pecundang didepanmu, aku bagaikan pesalah bila bersamamu, aku kehabisan kata-kata bila menatap wajahmu, apakah kau merasakan hal yang sama bila bersamaku?

Kugenggam tanganmu dengan erat walupun itu hanya sesaat, entah mengapa aku tidak sudi untuk melepaskan genggaman tanganku, aku ingin terus menggenggam erat tanganmu yang halus namun tidak sehalus dulu, karena kau kini telah ada yang punya, ketika handponemu menyala, aku semakin resah... itu pasti suamimu, aku tak ingin kau cepat pergi dari sisiku, aku tak ingin kau meninggalkan aku yang kesekian kalinya.

Genggaman tanganmu sewindu yang lalu masih membekas ditelapak tanganku, namun semua itu kini hanya tinggal kenangan bagiku, dulu kau membesar dan tumbuh dengan ayu dan cantik, pada akhirnya kini kau dimiliki oleh orang lain, aku kini tinggal menunggu sebuah penantian yang tidak pasti, 
Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours