Sabtu, 10 Januari 2015

Nabi Muhammmad SAW Tidak Menerima Wahyu Pertama Pada 17 Ramadhan



Pemirsa yang ada di dunia maya, sebelum membahas artikel di atas mengenai “Nabi Muhammad SAW tidak menerima wahyu pertama pada tanggal 17 Ramadhan” penulis minta maaf yang sebesar-besarnya jika dalam artikel ini akan menyinggung atau menyakiti pihak-pihak tertentu.

Penulis menyadari, penulis bukan siapa-siapa, penulis hanyalah orang awam yang tidak mengerti soal agama, namun dalam hal judul di atas penulis hanya ingin mengemukakan persepsi tentang judul artikel di atas, jika dipantau atau diteliti dengan sofwer kalender horoskop karya atau ciptaan Johan Wijarko.

Selamat membaca....
Ramadhan adalah bulan yang mulia, pada bulan ini umat Islam melaksanakan ibadah puasa, sholat tarawih, witir dan tadarusan, serta ibadah-ibadah yang lainnya. Misalnya sholat tahajud, sholat dhuha, sholat hajat, sholat tobat, infaq, sadaqoh, zakat, dan lain sebagainya. Pada bulan Ramadhan ini dipercayai dan diyakini bahwa Nabi Muhammad telah menerima wahyu pertama pada tanggal 17 Ramadhan. Hinggakan pada setiap tanggal 17 Ramadhan dilaksanakan malam Nuzulul Quran, sebagai malam turunnya Al-Quran.

Selama ini pula, disekolah dan diperguruan tinggi serta pada lingkungan masyarakat, mengatakan bahwa pada tanggal 17 Ramadhan Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya. Wahyu yang pertama sekali diturunkan adalah surah Iqra’ ayat 1 sampai 5, yang artinya “bacalah”. Wahyu pertama disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, yang bertepatan dengan tanggal 6 Agustus 610 Masehi (yang diketahui dan telah dipelajari) sejak dibangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Namun benarkah demikian? Mengenai pertanyaan di atas, banyak pula pendapat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setiap aliran yang penulis ketahui masing-masing mengemukakan pendapatnya. Begitu pula dengan halnya penulis, yang mencoba untuk menyesuaikan kalender horoskop karya atau ciptaan Johan Wijarko.

Setelah penulis melakukan penelitian kecil, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.            Materi yang selama ini dipelajari bahwa nabi Muhammad SAW menerima wahyu pada tanggal 17 Ramadhan -12 Hijriyah, yang bertepatan tanggal 6 Agustus 610 Masehi.
2.            Jika kita mengacu pada tanggal di atas, berdasarkan kalender horoskop ciptaan Johan Wijarko, jika kita mengacu pada 6 Agustus 610 Masehi berarti Nabi Muhammad TIDAK menerima wahyu tanggal 17 Ramadhan -12 H, sebenarnya 17 Ramadhan -12 H itu, bertepatan dengan hari Kamis, tanggal 16 Agustus 610 Masehi. Dan jika kita mengacu pada tanggal 6 Agustus 610 Masehi itu, BUKAN 17 Ramadhan.... Akan tetapi tanggal 7 Ramadhan -12 H.
3.            Jadi, 17 Ramadhan -12 H sebenarnya adalah tanggal 16 Agustus 610 M. Harinya adalah hari Kamis, 17 Ramadhan -12 H, bertepatan dengan Kamis, 16 Agustus 610 Masehi.
4.            Jika 6 Agustus 610 Masehi, bertepatan dengan tanggal 7 Ramadhan -12 H, sedangkan harinya adalah hari Senin, 6 Agustus 610 M = Senin, 7 Ramadhan -12 H. 
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka mana yang akan kita pilih? Jika ....
a.       Kamis, 17 Ramadhan -12 H = Kamis, 16 Agustus 610 Masehi atau,,,, 
b.      Senin, 6 Agustus 610 M = Senin, 7 Ramadhan -12 H.

Jauh sekali bukan? Sebenarnya 17 Ramadhan -12 H itu sama dengan 16 Agustus 610 M, BUKAN 6 Agustus 610 Masehi. Jika disepakati maka, Nabi Muhammad menerima wahyu pada hari Kamis, tanggal 17 Ramadhan -12 H sama dengan hari Kamis, tanggal 16 Agustus 610 Masehi.

Setelah membaca artikel di atas sekali lagi penulis minta maaf yang sebesar-besarnya, penulis menyadari keterbatasan penulis dalam hal ilmu pengetahuan. Yang benar datangnya dari Allah, dan yang salah dari diri penulis itu sendiri.

Saran dan kritik yang sifatnya membangun penulis harapkan, wasalamualaikum wr...wb...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...