Sholat harus dilakukan oleh setiap umat Islam sejak dari akil baliq hingga masuk ke dalam kubur. Sejarah mulanya sholat diterima oleh Rasulullah SAW pada saat isra’ mi’raz pada tanggal 27 Rajab. Ketika sholat mulai dari takbiratul ikhram hingga salam, kita tidak boleh bicara dalam sholat. Dengan melakukan ketentuan-ketentuan atau aturan yang berlaku yaitu rukun sholat.

Begitu juga dalam sholat jum’at, jika khatib telah berada di atas mimbar dan muadzin berkumandang, maka ia dilarang untuk berbicara. Dan apabila ada seseorang yang melaksanakan shalat tahiyyatul masjid atau shalat sunat muthlaq, ia terus dalam shalatnya, tanpa harus membatalkan shalatnya.

Berdasarkan pertanyaan di atas, mengapa ketika sholat tidak boleh bicara? Karena sholat itu adalah dialog seorang hamba kepada Sang Khalik (pencipta). Ambil perumpamaan, jika saudara menghadap pejabat, pemimpin, guru atau kepala sekolah, pada saat itu anda memohon ini dan itu kepada pejabat tersebut, pada saat itu Hp anda berdering-dering, apakah anda akan mengangkat hp anda? Atau anda berbicara dengan orang lain, sedangkan pejabat tersebut berada di depan anda.

Sopan tidak tu… oleh sebab itulah sholat tidak boleh bicara dengan orang lain. Karena kita dalam posisi menghadap Sang Khalik (Pencipta) kita. Semuanya bukan untuk-Nya, akan tetapi untuk kita sendiri. Jika anda mau tahu… lagi, ALLAH itu pencemburu lho…!!!

Share To:

Basendra Samsul

Post A Comment:

0 comments so far,add yours