Perhatikan firman Allah SWT yang artinya “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf* dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 187).

Keterangan* maksudnya adalah I'tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

Dan perhatikan firman Allah SWT dalam Quran Surah Al-Baqarah ayat 223 yang artinya “isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman” (QS. Al-Baqarah: 223).

Berdasarkan firman di atas, bahwa wanita adalah pakaian bagi laki-laki, dan laki-laki adalah pakaian bagi perempuan. Berdasarkan pertanyaan di atas, Mengapa Bersetubuh Atau Jima’ Harus Malam Jum’at? Karena malam Jum’at adalah sunnah Rasulullah SAW, seperti membunuh orang-orang kafir (Hadist nya masih agak dhoif).
Share To:

Basendra Samsul

Post A Comment:

1 comments so far,Add yours