Kamis, 30 April 2015

“10 Muharram Hari Kemenangan Nabi-Nabi” Kultum Subuh Bulan Muharram Minggu KeDua



Para Jama’ah yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah swt., bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, baik disaat kalian sedang bersembunyi seorang diri ataupun sedang berada bersama-sama orang lain.

Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.
Hidup kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua itu telah diatur oleh Allah swt. dengan silih berganti.  Allah Ta’ala berfirman yang artinya “sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

Sesunguhnya sangat berbahagia kita dapat memasuki bulan yang bersejarah ini, yang tidak mungkin dilupakan oleh segenap kaum Muslimin. Marilah kita mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan datangnya 10 Muharram ini kita ingat kembali betapa para Nabi mendapat kemenangan pada tanggal itu. Tanggal 10 Muharram juga dianggap sebagai hari besar oleh umat Islam, karena ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat itu, seperti yang telah disebutkan dalam kitab-kitab kuning.

Bahwa pada tanggal 10 Muharram itu para Nabi dan Rasul banyak yang mendapat anugerah dari Allah swt. Yang Maha Suci, diantaranya ialah sebagai berikut:

1.            Nabi Adam as. diterima taubatnya oleh Allah swt. Ketika masih disorga, Nabi Adam as. telah memakan buah larangan (khuldi) sehingga beliau bersama istrinya (Hawa) diturunkan ke dunia. Sejak itu beliau mempergiat kebaktian (ibadahnya) kepada Allah swt. sehingga diterima taubatnya oleh Allah swt.
2.            Nabi Idris as. memperoleh derajat yang luhur, sebab beliau selalu bersifat belas kasihan kepada sesamanya, bahkan beliau sangat memperhatikan dan membantu malaikat mengatur matahari, sehingga berkat do’a Nabi Idris, malaikat itu bisa menjalankan tugasnya dengan mudah.
3.            Nabi Musa as. medapat anugerah Kitab Taurat. Hal itu terjadi ketika beliau ada di Bukit Thursina (Sinai), menerima wahyu dari Allah swt. langsung tanpa perantara Malaikat Jibril, seperti ketika saat Nabi Muhammad saw. mi’raj.
4.            Nabi Ibrahim as. terhindar dari fitnah Raja Namrud, karena dituduh telah menghancurkan berhala di kuil tempat pemujaan Raja Namrud. Meskipun beliau sudah dilemparkan ke dalam api unggun yang menyala-nyala dengan hebat, namun beliau selamat, tidak terasa panas, tidak pula terbakar badannya, karena beliau tetap beriman. Tetap percaya pada keadilan Tuhan Yang Maha Esa.
5.            Nabi Nuh as. turun dari perahu penyelamat bersama umatnya yang beriman, terhindar dari air bah dan taufan yang sangat dahsyat. Jadi selamatlah Nabi Nuh bersama kaum Mu’minin dan habis binasalah orang-orang yang durhaka kepada keadilan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...