Jumat, 01 Mei 2015

Membentuk Budi Luhur: Kultum Subuh Bulan Ramadhan Minggu Kedua



Saudara-saudara kaum Muslimin yang berbahagia. Bertaqwalah kalian kepada Allah, taqwa dalam arti memelihara diri dari segala bentuk kemusyrikan dan kemunafikan yakni dengan menta’ati dan mengerjakan semua perintah serta meninggalkan semua larangan-larangan-Nya. Juga taqwa yang dapat menumbuhkan amal-amal shaleh yang nyata sebagai pembuktian kebenaran iman, sebab segala perbuatan dan amal manusia, baik maupun jahatnya merupakan pencerminan imannya terhadap Allah swt.

Kemusyrikan dan kemaksiatan adalah merupakan penyakit-penyakit hati yang dapat menggugurkan iman dan melepaskan sifat-sifat Muttaqin. Bukan mustahil penyakit-penyakit hati yang demikian merupakan hasil bujukan syaitan yang mempengaruhi hawa nafsu insaniyah. Hawa nafsu yang telah dipengaruhi oleh setan yang dilaknat oleh Allah swt. ialah sudah pasti membawa kita kepada kesesatan dan akhirnya azab dan siksa Allah yang akan kita rasakan.

Perhatikan firman Allah swt. dalam Al-Quran yang artinya “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya* dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jatsiyah: 23).

Keterangan* Maksudnya Tuhan membiarkan orang itu sesat, karena Allah telah mengetahui bahwa Dia tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya.

Dari ayat di atas semakin jelaslah bahwa orang-orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya belaka pasti sesat dan semakin sesat. Saat inilah, pada bulan Ramadhan yang mulia ini kita dapat membentuk budi yang luhur, karena pada bulan Ramadhan ini segala perbuatan yang jahat-jahat dilarang. Karena perbuatan-perbuatan jelek tersebut akan dapat mengurangai pahala puasa kita. Sebenarnya jika masalah kejahatan atau yang lainnya pada bulan lain selain bulan Ramadhan pun dilarang. Cuma pada bulan Ramadhan inilah upaya kita untuk melatih diri agar mebentuk budi pekerti yang luhur.

Misalnya, menahan nafsu amarah, menahan nafsu biologis, menjaga mata dari pandangan yang tidak layak untuk dilihat, menjaga mulut agar tidak membicarakan orang-orang (ngegosip), menjaga tangan agar tidak korupsi (mencuri), dan banyak lagi yang lainnya. Oleh sebab itulah bulan Ramadhan ini dapat membentuk budi pekerti yang luhur. Maka dari itu, mulai sekaranglah kita berbenah diri untuk menjadi yang terbaik dimata Allah swt. bukannya dimata manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...