Senin, 18 Mei 2015

Kultum "12 Keluhan umat muslim pada saat bulan Ramadhan"



Sesungguhnya manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah didapatkannya, selalu ingin banyak, selalu ingin lebih, selalu ingin sempurna. Segala apa yang terjadi dalam kehidupan ini, sepertinya tidak mau menerimanya, dan bahkan tidak ikhlas dengan semua yang terjadi. Begitu pula dengan halnya ketika bulan Ramadhan ini, banyak ummat Islam yang mengeluh. Apa yang mereka keluhkan? Mari kita simak satu persatu di bawah ini.

Keluhan ummat muslim pada saat bulan Ramadhan ini adalah sebagai berikut:

1.            Mati lampu pada saat berbuka puasa.
Ketika asik berbuka puasa, baru sepotong dua potong makan kue, dan baru satu regukan air cincau dan air kelapa tiba-tiba listrik mati. Mulailah mulut menggerutu serta marah dan mungkin akan menyumpah. “sialan PLN ni, tidak ngerti ka kita lagi buka puasa ni, kurang ajar ni PLN” keluh orang-orang.  

2.            Mati lampu pada saat sahur.
Baru saja mau makan sahur, keluarga sudah pada kumpul dimeja makan atau duduk selesahan di lantai ruang dapur, tiba-tiba api padam. Mulailah mulut komat-kamit baca mantra amarah pada PLN. “kurang ajar ni PLN, orang mau sahur... mati lampu lagi, apa mereka tidak tau, orang lagi mau makan”, ucap masyarakat.

3.            Mati lampu pada saat sholat isya, tarawih, dan witir.
Ketika Pak Imam lagi baca do’a, tiba-tiba lampu mati. “bleb” listrik padam. “Wahuhhhhhh....” teriak jama’ah. “ada-ada saja PLN ini, orang mau sholat, kultum...mati lampu lagi....sedangkan ginset tidak ada, lain masjid sebelah... kaya, mereka ada ginset”, celoteh masyarakat.

4.            Mati lampu pada saat tadarusan.
Baru saja setengah ayat membaca ayat suci Al-Quran... listrik mati. Semua yang tadarusan pada teriak. “Akhhh... mati lagi, mati lagi, mati lagi.... ada apa sih dengan PLN ini, kisah mati terus listriknya, apa bensinnya habis?”, komlen masyarakat.

5.            Mati lampu pada saat membuat kue.
Siang yang cerah lagi mau buat kue apam dengan majik jer, baru saja mau membuat kue, mati lampu, sedangkan tepungnya baru mau diaduk-aduk biar sebati (menyatu). “sialan PLN mati lampu lagi ni, sedangkan kemaren sudah mati lampu, sekarang mati lagi, kenapa sih, mati terus”, keluh-kesah warga.

6.            Mahalnya harga sembako, daging, dan lain-lainnya dipasar.  
Harga sembako semakin naik, gara-gara bensin naik. Warga banyak mengeluh, sedangkan pengeluaran pada bulan Ramadhan ini semakin besar,meskipun siang tidak makan.

7.            Mahalnya kue di pasar ramadhan.
Waktu berbuka puasa sebentar lagi, jadi jalan-jalan sore mau beli kue, namun setelah tiba di warung kue, harga kue melonjak tinggi. Mengapa demikian? Karena semua orang membutuhkan kue.

8.            Mahalnya harga bbm.
Bahan bakar minyak atau BBM naik lagi, naik lagi, naik lagi. Semua kebutuhan pangan, sandang dan papan juga ikut naik. Dampak dari naiknya bbm ini bagi masyarakat kecil sangat ketara. Namun bagi masyarakat menengah ke atas, mungkin tidak. Karena mereka bisa menyulap tinta menjadi permata.

9.            Habisnya kue di pasar Ramadhan.
Waktu berbuka puasa sebentar lagi, jadi jalan-jalan sore bersama teman-teman untuk membeli kue. Setelah tiba di pasar Ramadhan, kuenya sudah habis, jadi mulutnya menggerutu. “Ahhhh...habis dech...kurang asam...! idih tadi sih kamu,,, tidur lagi, coba dech kamu tidak tidur, pasti kue bingka berendamnya masih ada”, keluh para remaja masjid.

10.        Mau sholat perut sudah kenyang.
Ketika berbuka puasa banyak sekali makanan dan minuman yang enak-enak, ada bingka berendam, ada cendol, ada ongol-ongol, ada ondel-ondel, ada es tahu dan cinsau serta es kelapa, ada pecel lele, dan ada sayur asam. Semuanya makanan enak-enak, tampa disadari kita makan dengan lahapnya, akhirnya kekenyanan seperti ikan buntak atau ikan mas, makan terus. Mau sholat perutn kenyang, “ahhhh kenyanga sekali, ngantuk.... rasa malas mau sholat...itulah aku jika kekenyangan ni, malas rasanya mau sholat”, keluhnya si Amat.

11.        Hujan pada saat mau berangkat sholat isya, tarawih dan witir serta tadarusan di masjid.
Waktu sholat isya sebentar lagi, kurang lebih 30 menitanlah, selesai berbuka dengan makanan yang enak-enak, kini siap-siap mau berangkat ke Masjid. Jarak antara masjid dengan rumah sekitar 1 km-anlah. Ketika mau melangkahkan kaki mau berangkat tiba-tiba hari hujan dengan deras. Hujan turun tanpa ada pemeritahuan sama sekali “ aduh.... kurang asam sekali,,, hujan lagi, tadi-tadi tidak mau, bagaimana mau sholat ni....”, keluh Sugianto kepada hujan.

12.        Hujan pada saat mau pulang sholat isya, tarawih dan witir serta tadarusan di masjid.
Angin bertiup dengan sepoi-sepoi, rasanya dingin sekali, bulu rom pun merinding. Sholat pun selesai sudah, malam ini tidak tadarusan,,,, tiba-tiba hari hujan.............”ohhh sialan, hujan lagi, hujan lagi, kenapa ya 2,3 hari ini kita hujan terus, emangnya ini musim penghujan?”, keluahnya. Waktu sholat isya sebentar lagi, kurang lebih 30 menitanlah, selesai berbuka dengan makanan yang enak-enak, kini siap-siap mau berangkat ke Masjid. Jarak antara masjid dengan rumah sekitar 1 km-anlah. Ketika mau melangkahkan kaki mau berangkat tiba-tiba hari hujan dengan deras. Hujan turun tanpa ada pemeritahuan sama sekali “ aduh.... kurang asam sekali,,, hujan lagi, tadi-tadi tidak mau, bagaimana mau sholat ni....”, keluh Sugianto kepada hujan.

Itulah 12 keluhan umat muslim ketika melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, dan banyak lagi keluhan-keluhan yang lainnya. Jika perlu tambahin ya.... makasih.... ws...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...