Allah Subhanahu Wata’ala berfirman yang artinya “… Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu… (QS. Al-Mu’min: 60). Dengan meihat arti dari ayat tersebut, Allah SWT menyuruh kita memohon atau meminta kepadanya. Apalagi kita, hanya manusia biasa, sedangkan para nabi pun meminta kepada Sang Pencipta dunia.

 

Siang malam kita berdo’a dan meminta kepada Allah SWT, kita meminta bahagia, senang, kaya, wanita dan harta serta sehat. Namun belum juga Tuhan jawab. Kapan Tuhan akan mengabulkan do’a kita? Setiap hari kita sholat, puasa, infaq dan sedaqah serta melaksanakan kewajiban yang lainnya, akan tetapi do’a kita masih belum diijabah oleh Allah SWT.

 

Dengan tidak diijabahnya do’a kita, kita menjadi berputus asa dan kecewa. Kita akan mengatakan bahwa “Allah tidak adil, Allah pilih kasih, Allah tidak sayang kepada kita, Allah telah meninggalkanku”. Apapun kata yang tersimpan di dalam hati diucapkan sebagai ungkapan rasa kekesalan kepada Tuhan.

 

Tuhan punya rahasia yang kita tidak mengetahuinya, kita hanyalah seorang hamba, kita punya rencana Tuhan jualah yang menentukannya. Apalagi do’a kita, sedangkan do’a Nabi pun tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Siapakah dia, dan apakah do’anya yang dimohonkannya kepada Allah SWT? Dia tiada lain adalah Nabi Muhammad SAW, lalu, apa do’anya sehingga Allah SWT tidak memperkenankan do’anya? Klik di sini “Do’a Nabi Muhammad untuk umatnya”. Do’a yang diucapkan oleh Nabi Muhammad (Rasulullah SAW) kepada Allah adalah “agar umatnya tidak dibinasakan kerena pergaduhan sesama mereka (peperangan, pergaduhan antara sesama Islam).

 

Permohonan semacam itulah yang tidak diperkenankan oleh Allah SWT. Kita lihat sekarang disetiap negara terjadi pergaduhan, perkelahian, bertengkar, dan saling “bunuh”. Saat ini pula, dinegar-negara Islam, bergaduh sesame sendiri, sedangkan orang kafir menepuk tangan dari belakang. Apakah semua itu bagus kita melihatnya. 

 

Jadi, berdasarkan uraian materi di atas maka dapat disimpulkan bahwa kini banyak terjadi peperangan dan pergaduhan antara sesama Islam. Itulah permohonan Nabi Muhammad SAW yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT, dan orang-orang kafir (nasrani atau yahudi dan lainnya), tertawa dan bertepuk-tepuk kegirangan dengan kejadian semacam itu.

Share To:

ANTS EDUCATION

Post A Comment:

0 comments so far,add yours